Jurnal Arsitektur dan Perencanaan (JUARA) Hal. 110-121: ISSN Online: 2620-9896 Vol 3, No 2 (2020): September (Jurnal Arsitektur dan Perencanaan) 110 STRATEGI PELESTARIAN ARSITEKTUR PADA PURI KANGINAN BULELENG Rohana Veramyta 1 , I Wayan Kastawan 2 , Tri Anggraini Prajnawrdhi 3 1,2,3 Universitas Udayana, Denpasar, Indonesia Email: rohanaveramyta@gmail.com INFORMASI ARTIKEL Abstract: Historical buildings have significant value for the history, science, and culture. The purpose of this research was to determine the right conservation strategy in Puri Kanginan Buleleng. The research method used is qualitative research with a descriptive approach. The results from this research is the identification of significant values can be classified into three main parts, namely emotional values, cultural values and usability values. These values help set priorities in conservation actions, and determine the level and nature of each action. Preservation actions are chosen according to the physical condition of the building / historic site, current needs and attention to conservation ethics. The resulting conservation strategies are preservation and restoration efforts. Keywords: Preservation; Historical Buildings; Puri Kanginan Buleleng. Abstrak: Bangunan bersejarah memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan strategi pelestarian yang tepat pada Puri Kanginan Buleleng. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang dipaparkan secara deskriptif. Dalam penelitian ini dilakukan identifikasi nilai-nilai signifikansi pelestarian yang terdapat pada Puri Kanginan Buleleng. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah identifikasi nilai-nilai signifikan dapat diklasifikasikan dalam tiga bagian utama yaitu nilai emosional, nilai kultural dan nilai kegunaan. Nilai- nilai tersebut digunakan untuk membantu menetapkan prioritas dalam tindakan pelestarian, dan menetapkan tingkat dan sifat dari setiap tindakan. Tindakan pelestarian dipilihsesuai dengan kondisi fisik bangunan/tempat bersejarah, kebutuhan masa kini dan memperhatikan etika pelestarian. Strategi pelestarian yang dihasilkan adalah upaya preservasi dan restorasi. Kata Kunci: Pelestarian; Bangunan Bersejarah; Puri Kanginan Buleleng. Article history: Received; 2020-01-23 Revised; 2020-02-12 Accepted; 2020-03-29 PENDAHULUAN Tradisi berarsitektur di beberapa kawasan di nusantara terbentuk dari suatu proses. Proses tersebut tidak terjadi dalam kondisi terisolasi, melainkan ada unsur-unsur luar yang bertransfusi ke dalam nilai lokal. Unsur tersebut melebur dan menyatu sehingga memiliki suatu kharakteristik dan kekhasan yang mengarah kepada pembentukan jati diri atau identitas suatu karya arsitektur, seperti puri, sebagai pembeda dari yang lainnya. Di Bali terdapat beberapa Puri pada masing-masing wilayah kabupaten. Salah satunya di Kabupaten Buleleng yaitu Puri Kanginan Buleleng, yang merupakan Puri yang masih bertahan dengan pola tata ruang Tri Mandala. Keunikan yang dapat dijumpai pada bangunan Puri ini yang tidak dimiliki oleh Puri lainnya yaitu pada identitas arsitektur Puri Kanginan Buleleng yang bernuansa arsitektur lintas budaya, terlihat pada keragaman atau variasi bentuk pada tiap-tiap bangunannya akibat dari akulturasi Arsitektur Tradisional Bali dengan budaya-budaya luar yaitu Kolonial Belanda. Menurut Jelantik dalam Sekelumit Sejarah Puri Karangasem (2003: 145), pengaruh dari