1304 PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI PROBLEM BASED LEARNING DAN MEDIA GAMBAR MATERI MEMBUAT CERITA KELAS II SD INTIS SCHOOL YOGYAKARTA Larostina Saputri 1 , Sudaryanto 2 , Dede Dian 3 1 SD INTIS School Yogyakarta 2 Universitas Ahmad Dahlan 3 SD Muhammadiyah Condongcatur Email coresponden: ozelarose@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui pembelajaran Problem Based Learning dan media gambar materi membuat cerita di kelas II SD INTIS School Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjeknya adalah siswa kelas II SD INTIS School Yogyakarta yang berjumlah 16 siswa. Desain PTK menggunakan model Kemmis dan Taggart yang meliputi perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan statistik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dalam membuat cerita berdasarkan gambar. Hal ini dapat dilihat dari ketuntasan KKM siswa dari kegiatan setiap siklus, yaitu pada siklus I sebesar 62,5%, sedangkan pada siklus II sebesar 90%. Hal tersebut diiringi dengan peningkatan rata-rata hasil belajar siswa dari siklus I sebesar 76,0 sedangkan pada siklus II sebesar 89,8. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning dan media gambar dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Kata kunci: Berpikir Kritis, Media Gambar, Problem Based Learning. PENDAHULUAN Pendidikan pada umumnya dapat diperoleh di sekolah ataupun di luar sekolah. Sekolah merupakan salah satu tempat untuk melakukan proses pembelajaran bagi siswa. Berbagai aspek kehidupan dapat dikembangkan melalui proses pembelajaran. Namun, pada masa pandemi ini proses belajar mengajar tidak dapat dilakukan secara tatap muka langsung di sekolah. Sudah lebih dari tujuh bulan proses belajar mengajar dilakukan secara daring. Tujuan pendidikan akan tercapai apabila terjadi keselarasan antara guru sebagai tenaga pendidik dengan siswa sebagai peserta didik. Namun, berdasarkan Surat Keputusan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 pada tanggal 24 Maret 2020 berisi tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19 serta Surat Edaran Nomor 15 tahun 2020 tentang pedoman penyelenggaraan belajar dari rumah dalam masa darurat penyebaran corona virus disease brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Universitas Ahmad Dahlan Repository