Prosiding The 12 th Industrial Research Workshop and National Seminar Bandung, 4-5 Agustus 2021 703 Aplikasi Antrean Online Berbasis Website dan Mobile (Studi Kasus Puskesmas Babatan) Andi Fauzy Dewantara 1 , Elza Esterina 2 , Luthfi Alri 3 , Jonner Hutahaean 4 , Irawan Thamrin 5 1.2.3.4.5 Jurusan Teknik Komputer dan Informatika, Politeknik Negeri Bandung, Bandung 40012 1 E-mail: andi.fauzy.tif18@polban.ac.id 2 E-mail : elza.esterina.tif18@polban.ac.id 3 E-mail : luthfi.alri.tif18@polban.ac.id 4 E-mail : jonnerh@jtk.polban.ac.id 5 E-mail : irawan@jtk.polban.ac.id ABSTRAK Sistem antrean merupakan sebuah kegiatan yang umum dilaksanakan di pelayanan masyarakat, tidak terkecuali pelayanan Puskesmas. Pada proses antrean Puskesmas, masyarakat datang untuk mengambil antrean, kemudian menunggu hingga mendapatkan giliran, dan dilayani oleh pihak administrasi dan mendapatkan pelayanan dokter. Tahap dimana masyarakat harus datang untuk mengambil antrean dan menunggu hingga mendapatkan giliran menimbulkan masalah, salah satunya adalah waktu yang digunakan untuk menunggu pelayanan cenderung tidak efisien. Waktu tunggu antrean tersebut bisa digunakan untuk istirahat sejenak atau melakukan kegiatan lain secara paralel. Dari permasalahan tersebut, penulis akan mengembangkan aplikasi mobile dan website sebagai luaran. Aplikasi mobile memungkinkan pasien untuk mengantre secara jarak jauh dengan melakukan booking antrean. Kemudian untuk sisi petugas Puskesmas, penulis juga akan mengembangkan aplikasi website yang memungkinan untuk melakukan pengelolaan, pemantauan antrean pasien. Tujuan dari pengembangan aplikasi ini adalah membuat proses antrean pada Puskesmas dapat dilakukan secara online melalui smartphone. Kata Kunci Sistem antrean, pelayanan puskesmas, booking antrean, aplikasi website, aplikasi mobile. 1. PENDAHULUAN Pada saat ini, pelayanan publik semakin dituntut untuk efisien dalam tata cara pelayanannya, salah satunya adalah pelayanan kesehatan pada puskesmas. Hal ini dilakukan agar masyarakat mendapatkan kepuasan dan rasa nyaman dalam pelayanan. Puskesmas merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. [1] Seperti diketahui, hampir setiap hari pelayanan puskesmas ramai oleh calon pasien yang ingin berobat. Demi menjaga ketertiban, pihak puskesmas memberlakukan sistem antrean. Antrean timbul disebabkan oleh kebutuhan akan layanan melebihi kemampuan (kapasitas). Pada banyak hal, tambahan fasilitas pelayanan dapat diberikan untuk mengurangi antrean atau untuk mencegah timbulnya antrean yang panjang. Akan tetapi, biaya akan meningkat karena memberikan pelayanan tambahan. Sebaliknya, sering timbulnya antrean yang panjang akan mengakibatkan hilangnya pelanggan. Dalam mengontrol banyaknya kedatangan pelanggan, pihak puskesmas memberlakukan sistem antrean secara manual, dimana petugas pendaftaran memanggil pasien secara lisan, dengan menggunakan pengeras suara. Antrean di puskesmas biasanya dimulai dari pasien mendaftar dengan cara datang langsung ke puskesmas untuk mengambil nomor antrean di bagian pendaftaran untuk mendaftar. Pasien lalu mengantre untuk mendapatkan pelayanan puskesmas. Apabila telah mendapatkan pelayanan, terdapat pasien yang diarahkan untuk pengambilan obat ataupun langsung pulang. Melalui sistem antrean yang masih berjalan pada Puskesmas Babatan saat ini, terdapat beberapa masalah yang muncul. Pertama, pasien harus datang langsung ke pelayanan puskesmas untuk mengambil antrean, hal ini berdampak pada adanya peluang pasien yang berlomba- lomba untuk mendapat antrean paling awal, dan memicu adanya kerumunan yang tidak dapat diantisipasi. Seperti yang diketahui, di tengah wabah Covid-19 pemerintah menghimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, serta menghindari kerumunan. Aktivitas mengantre di puskesmas bisa menjadi sumber kerumunan, yang dikhawatirkan dapat menjadi sumber penyebaran virus. Kedua, setelah megambil antrean pasien sering sekali harus lama menunggu ditempat sampai nomor antreannya dipanggil untuk mendapatkan pelayanan, padahal pasien dapat menunggu antrean di tempat masing-masing sehingga pasien dapat menunggu sambil melakukan pekerjaan lain secara paralel.