57 Volume 14 No. 1 Juli 2021 Utami Ciptaningsih dan Zulkarnain Mistortoify: Saptono dalam Pelestarian dan Pengembangan Karawitan Klasik Gaya Surakarta SAPTONO DALAM PELESTARIAN DAN PENGEMBANGAN KARAWITAN KLASIK GAYA SURAKARTA Utami Ciptaningsih 1 , Zulkarnain Mistortoify 2 1 Mahasiswa Pasca Sarjana ISI Surakarta 2 Dosen Program Paca Sarjana dan Prodi Etnomusikologi ISI Surakarta E-mail korespondensi: tmilotus@gmail.com 1 ABSTRACT This qualitative research is about the figure of Saptono in the world of classical Surakarta-style karawitan. Saptono is a skilled musician in mastering the repertoire of gendhing and ricikan in all types of Javanese Surakarta-style gamelan. Apart from being a former lecturer at ISI Yogyakarta, he also serves as a gamelan musician at the Surakarta Kasunanan Palace. High loyalty and musi- cal virtuosity made Saptono appointed Kanjeng Raden Riyo Aryo (K.R.R.A) Saptonodiningrat and given a special task as tindhih of gamelan musicians at the Surakarta Kasunanan Palace. Two basic questions arise about how Saptono creative activities maintain the continuity of the Surakarta style musical and what reasons encourage him to do these activities. Based on these two questions, it is known that all forms of loyalty to the Surakarta Kasunanan Palace are shown by Saptono by utilizing all of his musical potential in creating classical Surakarta style gendhing, which is specifi- cally dedicated to King Paku Buwana XIII. Saptono dedication to the development of karawitan to the wider community is shown through his willingness to become a music teacher at home and abroad, become a courtier of musicians at the Kasunanan Surakarta Palace, and become a driving force for the Muryoraras art community as a meditation association with Javanese gamelan instru- ments. Keywords: Royal Servant, Pengrawit, Surakarta Style Classical Gending ABSTRAK Penelitian kualitatif ini adalah tentang sosok Saptono dalam dunia karawitan klasik Gaya Surakarta. Ia dikenal sebagai pengrawit mumpuni yang menguasai repertoar gendhing dan ricikan dalam semua jenis gamelan Jawa Gaya Surakarta. Selain sebagai pensiunan dosan di ISI Yogyakarta, ia juga abdi dalem pengrawit di Karaton Kasunanan Surakarta. Loyalitas dan virtuositas yang tinggi membuatnya diangkat menjadi Kanjeng Raden Riyo Aryo (K.R.R.A) Saptonodiningrat dan mendapat tugas khusus sebagai tindhih pengrawit karaton. Muncul dua pertanyaan mendasar tentang bagaimana aktivitas kreatif Saptonon dalam menjaga kelangsungan karawitan Gaya Surakarta serta alasan apa yang mendorongnya melakukan aktivitas tersebut. Berangkat dari dua pertanyaan tersebut maka diketahui bahwa segala bentuk loyalitas kepada Karaton Kasunanan Surakarta ditunjukan Saptono dengan mendayagunakan seluruh potensinya dalam mencipta gendhing klasik Gaya Surakarta yang secara khusus didedikasikan kepada Raja Paku Buwana XIII. Sementara itu, dedikasi Saptono terhadap pengembangan karawitan secara lebih luas ia tunjukan melalui kesediannya menjadi pengajar karawitan baik di dalam negeri maupun luar negeri, menjadi abdi dalem pengrawit Karaton Kasunanan Surakarta, dan menjadi penggerak komunitas seni Muryoraras sebagai perkumpulan meditasi dengan sarana tabuhan gamelan Jawa. Kata kunci: Abdi Dalem Karaton, Pengrawit, Gending Klasik Gaya Surakarta