263 SINTESIS DAN KARAKTERISASI PYRITE (FeS 2 ) DARI DEPOSIT MINERAL KECAMATAN BONTOCANI, KABUPATEN BONE, SULAWESI SELATAN Abdul Haris 1 , Bunga Dara Amin, A. Momang Yusuf, Nurhasmi Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Negeri Makassar, Jl. Daeng Tata Raya, Makassar, 90224 1 email: harisbakrie@yahoo.co.id Abstract: Synthesis and Characterization of Pyrite, from Minerals Deposite of Subdistrict of Bontocani, Bone regency, South Sulawesi. This research is about synthesis and characterization of pyrite, from minerals deposite of Bontocani subdistrict, Bone regency, South Sulawesi. The sample of minerals was characterized by using X-Ray Diffraction (XRD) to determine the crystal structure and chemical composition of the minerals. Based on the results of XRD characterization, we found that the composition MB_06 of Pyrite (FeS 2 ) 64 wt.%, Hematite iron (III) oxide (Fe 2 O 3 ) 15 wt.%, Silicon Okside (SiO 2 ) 14 wt.% dan Magnetite (Fe 3 O 4 ) 4 wt.%.. And the composition MB_13 of Pyrite 9.8 wt.%, Hematite (Fe 2 O 3 ) 4 wt.%, Molybdenum (Mo) 8 wt.%, dan Silicon Oxide (SiO 2 ) 78 wt.%. This purification of pyrite had done by dissolve 4 gram of pyrite minerals with 20 ml of HCl solution 12 M then heated at certain temperature 300 0 C for 2,5 h. Based on the results of XRD characterization, we found that the composition of pyrite are 85 wt% on MB_06 and 83 wt% on MB_13. SEM characterization was used to know the accidence of the minerals. The results of SEM analysis show that the minerals have a plate form with size of grains are ± 2 m. Abstrak: Sintesis dan Karakterisasi Pyrite (FeS2) dari Deposit Mineral Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Penelitian ini mengenai sintesis dan karakterisasi Pyrite (FeS2), dari deposit mineral Kecamatan Bontocani Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Karakterisasi dilakukan melalui uji X-Ray Diffraction (XRD) untuk mengetahui stuktur kristal dan komposisi kimia mineral. Berdasarkan hasil karakterisasi XRD diperoleh informasi bahwa mineral MB_06 mengandung Pyrite (FeS2) 64 wt.%, Hematite iron (III) oxide (Fe2O3) 15 wt.%, Silicon Okside (SiO2) 14 wt.% dan Magnetite (Fe3O4) 4 wt.%. Untuk MB_13 mengandung Pyrite 9.8 wt.%, Hematite (Fe2O3) 4 wt.%, Molybdenum (Mo) 8 wt.%, dan Silicon Oxide (SiO2) 78 wt.%. Pemurnian pyrite dilakukan dengan melarutkan serbuk mineral 4 gram dengan larutan HCl 12 M sebanyak 20 ml ke dalam gelas kimia dan dipanaskan pada temperatur 300 ⁰C selama 2,5 jam dengan oven. Berdasarkan hasil karakterisasi XRD kuantitas fase (wt.%) mineral pyrite sebesar 85 wt.% untuk MB_06 dan 83 wt.% untuk MB_13. Morfologi mineral pyrite dianalisis menggunakan Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy (SEM-EDS). Citra SEM menunjukkan bahwa morfologi pyrite berbentuk lempengan dengan ukuran ±2 μm. Kata Kunci: deposit mineral, FeS2 (pyrite), purifikasi, komposisi mineral Mineral adalah benda padat homogen yang terdapat di alam terbentuk secara anorganik, mempunyai komposisi kimia tertentu dan mempunyai atom-atom yang tersusun secara teratur. Banyak bahan yang tidak dapat diproduksi tanpa menggunakan mineral. Sebagai contoh, mineral yang terlibat dalam pembuatan kaca, kertas, dan cat. Hampir semua jenis produk menggunakan bahan dasar dari mineral. Misalnya, proses manufaktur yang terlibat dalam penyulingan minyak bumi, pembuatan baja, memproduksi tekstil, plastik, dan pupuk. Semua tergantung pada bahan kimia yang dibuat dari mineral [5] . Beberapa jenis mineral memiliki sifat dan bentuk tertentu, serta susunan kristal yang berbeda. Salah satu unsur logam yang memiliki kekristalan yang baik adalah besi. Bijih besi di alam terbentuk dalam mineral pyrite, magnetite, hematite, limonite dan Cromite. Bijih besi merupakan mineral yang keberadaannya melimpah dipermukaan bumi. Salah satu wilayah yang memiliki kandungan besi yang melimpah yaitu di kecamatan Bontocani. Salah satu mineral ikutan yang terdapat di wilayah Bontocani yaitu