REVITALISASI LEMBAGA PENDIDIKAN DALAM UPAYA MEMBANGUN KARAKTER BANGSA Oleh: Harum Natasha Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Suska Riau Abstract Education in Indonesia is having a great challenging. It cannot be denied that nation moral degradation today is related to our education system and institution. Start from corruption happened in almost all government institution, nepotism in recrutment as well ass collution in every policy and development program arrangement has been unconsciously the root grown and developed forming nation character. In addition, within the global problems which have positive and negative impact toward Indonesian life. It needs intelectual ability and emotional maturity to maximize the positive impact from the globalization itself such as the opening of working opportunity based on society and nation needs. To minimize the negative impact such as the changing of norm and the value of life which oftenly be contradictive with the norm and the value of life in society, including indicator and nation character changing. The success of education with character is really defined by the institution with character. It should be reflected from the teacher/lecturer character, education leader and education institution environtment. The empowerment of education institution aparatus especially the education leader as well as teacher and lecturer by giving opprotunity to function and dinamize the implementation of nation philosophy into integrated and sustainable education institution. Revitalisation at this point related to the selection of education institution on teachers employement so that the quality standard used on this would not be low. Therefore, in the future could share the success to build education with character which is able to touch all way, level, and types of education in this nation. Kata Kunci: Revitalisasi, Pendidikan, Karakter Pendahuluan Dunia pendidikan Indonesia mengalami tantangan yang sangat berat. Tidak bisa dipungkiri permasalahan degradasi moral bangsa yang dihadapi sekarang ini memiliki benang merah dengan sistem dan lembaga pendidikan kita. Dari permasalahan korupsi yang terjadi hampir di sebagian besar instansi pemerintah, nepotisme dalam perekrutan anak bangsa serta kolusi dalam setiap penyusunan kebijakan dan program pembangunan telah secara tidak disadari menjadi akar yang tumbuh dan berkembang membentuk karakter bangsa. Bahkan kemunduran moralitas bangsa sudah menyebar ke dalam sendi-sendi kehidupan individu, keluarga dan masyarakat. Perilaku sebagian elit pemerintah (eksekutif, legislatif dan yudikatif) benar-benar tervisualisasikan di dalam setiap gerak-gerik elemen masyarakat. Diantaranya perilaku menghalalkan segala cara untuk menang, kekerasan, menyogok pejabat untuk menjadi PNS/Karyawan, budaya materialistik, konsumerisme, hedonisme, sekulerisme dan individualistic, plagiarisme, penentuan sekolah/perguruan tinggi bedasarkan besaran uang yang dimiliki, budaya kebersihan semakin menurun, budaya antre dan sopan-santun semakin pudar, dan lain sebagainya. Ditambah lagi dengan permasalahan globalisasi yang memiliki dampak positif dan negatif terhadap kehidupan bangsa Indonesia. Dibutuhkan kepekaan intelektual (intelectual ability) dan emosional (emotional maturity) untuk memaksimalkan dampak positif dari globalisasi tersebut seperti terbukanya peluang pasar kerja sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan negara. Meminimalkan dampak negatifnya seperti terjadinya perubahan nilai dan norma kehidupan yang seringkali kontradiksi dengan norma dan nilai kehidupan yang telah ada di masyarakat, termasuk di dalamnya perubahan indikator dan perilaku karakter bangsa. A. Malik Fadjar menjelaskan bahwa pendidikan harus bisa memberikan solusi yang nyata terhadap persoalan globalisasi yang mendera bangsa Indonesia antara lain: (1) Stigma keterpurukan bangsa, (2) Eskalasi politik yang masih tidak stabil, (3) Krisis moral dan etika dan (4) Pudarnya identitas bangsa1. Begitu beratnya tanggung jawab dunia pendidikan Indonesia di dalam menyelesaikan persoalan bangsa yang diiringi dengan kisah pendidikan di : Jurnal Pemikiran Islam; Vol. 37, No. 1 Januari-Juni 2012 89