74 PURIFIKASI PROTEIN REKOMBINAN DARI KLON GEN GAG-CA SEBAGAI KANDIDAT VAKSIN VIRUS PENYAKIT JEMBRANA Dwi Susilowati Soyi Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta; Email: dwi.soyi@gmail.com Asmarani Kusumawati Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada Abstract Jembrana disease is an acute disease which attack Bali cattle. The disease was caused by a Lentivirus, a member of Retroviridae family and subfamily Lentiviridae, which was called as Jembrana Disease Virus (JDV). Protein vaccine candidate for the disease constructed by inserting gag-ca gene that encodes capsid protein (CA) to a prokaryotic expression vector, pGEX-2T. The aim of the research is: to get pure CA protein from clone expression of gag-ca gene through purification with affinity column and cleavage with protease thrombin. To construct the protein vaccines was examine by these procedures: recombinant protein isolation, cleavage of fusion protein by using protease thrombin. The result showed that pure capsid protein can be obtained through purification with affinity column using MicroSpin GST and cleavage using protease thrombin. Keywords: Jembrana disease virus (JDV), protein vaccine, gag-ca gene, protein purification PENDAHULUAN Latar Belakang Ternak sapi merupakan salah satu sumber penghasil bahan makanan berupa daging yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan penting artinya di dalam kehidupan masyarakat, karena daging sangat bermanfaat bagi pemenuhan gizi berupa protein hewani. Salah satu jenis sapi yang potensial untuk memenuhi kebutuhan protein hewani di Indonesia ialah sapi Bali (Bos javanicus). Hal ini dikarenakan sapi Bali merupakan satu- satunya sapi Indonesia yang mempunyai prosentase pemotongan yang cukup tinggi dan mempunyai prosentase tulang rendah, hampir menyamai ras-ras tipe potong terkenal di luar negeri. Akan tetapi, dalam usaha peningkatan populasi sapi Bali ini terdapat kendala berupa penyakit akut yang dinamakan penyakit Jembrana. Penyakit Jembrana ini ditemukan pertama kali pada tahun 1964 di Jembrana, Bali. Penyakit ini spesifik menyerang sapi Bali, namun juga dapat menginfeksi sapi Ongole (Bos indicus ), sapi Friesian (Bos taurus ), dan kerbau (Bos bubalis ), walaupun tanda-tanda klinisnya kurang jelas dan efeknya lebih ringan (Soeharsono et al., 1995). Penyakit yang akut dan berat ini memiliki gejala-gejala klinis pokok sebagai berikut: peningkatan temperatur rektal yang persisten selama brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Jurnal Online Universitas Surabaya