Riset Reaktifitas ................ (Herman Hidayat dan Lambok H Silalahi) 55 RISET REAKTIFITAS LIMONIT SOROAKO SEBAGAI KATALIS PADA PENCAIRAN BATUBARA DENGAN GAS FLOW TYPE REACTOR Herman Hidayat 1) dan Lambok Hilarius Silalahi 2) 1) Laboratorium Sumber Daya Energi 2) Pusat Teknologi Konversi dan Konservasi Energi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Abstract B r o w n Coal Liquefaction (BCL) process had been developed through the construction and the operation of 50 T/D pilot plant Ill Australia (1985-1990) by KOBE STEEL Group. After the successful completion of the Pilot Plant Project, newly Improved BCL process has been developed 1 ). The feasibility study on the commercialization of coal liquefaction plant in Indonesia has also been carried out under the cooperation with BPPT supported by NEDO Limonit ore (α-FeOOH) can be used as an industrial catalyst for direct coal liquefaction with its high activity and low production cost. In this paper, the catalytic activities of Indonesian limonit ore, Soroako Limonit were examined using a gas flow type autoclave comparing with the other iron catalysts for the liquefaction of Indonesian brows coal. It appeared that the Soroako limonit has a high catalystic activity while finely pulverizing to sub-micron particle size can be done economically. It can be concluded that Soroako limonit is one of most suitable catalysts for the coal liquefaction plant constricted in Indonesia in the fut - ure. Kata kunci: direct liquefaction, soroako limonit, iron catalyst, phyrrotite, banko coal 1. PENDAHULUAN Saat ini telah dikembangkan proses pencairan batubara peringkat rendah (BCL, Brown Coal Liquefaction) untuk memproduksi bahan bakar transportasi. Penelitian tentang karakteristik pencairan batubara peringkat rendah Indonesia telah dilakukan dan proses improved BCL merupakan salah satu proses pencairan yang paling sesuai untuk batubara peringkat rendah Indonesia. Diagram alir sederhana dari proses improved BCL (Gb. 1) yang merupakan proses pencairan tahap tunggal terdiri dari 3 bagian yaitu slurry dewatering, pencairan (dengan inline- hydrotreating) dan solvent de-ashing. Dibandingkan dengan proses BCL asli, proses improved BCL memiliki banyak kelebihan berdasarkan kegiatan R & D yang terus menerus dilakukan untuk meningkatkan nilai ekonomis, operabilitas dan keamanan lingkungan. Telah ada fasilitas pengujian proses improved BCL yaitu kapasitas Bench Scale Unit (BSU) 0.1 t/d di Laboratorium Riset Takasago. Kelebihan proses Improved BCL antara lain : Katalis limonit dengan dispersi tinggi digunakan sebagai katalis yang bisa dibuang untuk slurry bed reactor. Operasi recycle CLB (>420 o C) mencapai pengendalian konsentrasi padatan dalam proses secara efektif dengan tingkat kehilangan bahan organik yang minimum. Teknik solvent de-ashing digunakan untuk mengontrol konsentrasi padatan dalam proses secara efektif dengan tingkat kehilangan bahan organik yang minimum. Sifat minyak produk dapat ditingkatkan dengan inline hydrotreater menggunakan efluen reaktor bertekanan tinggi dan energi temperatur tinggi. Kandungan sulfur dan nitrogen dalam fraksi minyak ringan dapat diturunkan sampai beberapa ppm.