296 Pengembangan Atlas Keanekaragaman Hayati Berbasis Potensi Lokal untuk SMK Jurusan Pertanian Risca Dwi Kusuma 1 , Fatchur Rohman 2 , Istamar Syamsuri 2 1,2 Pendidikan Biologi-Pascasarjana Universitas Negeri Malang INFO ARTIKL ABSTRAK Riwayat Artikel: Diterima: 12-06-2017 Disetujui: 05-03-2018 Abstract: The aims of this research is to develop the product of Atlas biodiversity based on local potential for vocational students majoring in Agriculture. This type of research is development research and using 4D development model. Instrument of data collection using questionnaires, pretest, and posttest. The subjects of this research are expert validator and students of class XI SMK Negeri 1 Kademangan. This atlas was validated by media experts, material experts, learning practitioners, and students. The results of validation showed that media experts were 76,25% (feasible), material experts were 99,72% (very feasible), field practitioners were 93,56% (very feasible), small group trials were 89,64% (very feasible), and efficacy tests were 0,55 (moderate efectivity). The conclusion of this research is produced Atlas based on local potential biodiversity for vocational majoring in agriculture. Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan produk berupa Atlas keanekaragaman hayati berbasis potensi lokal untuk siswa SMK jurusan Pertanian,. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dan menggunakan model pengembangan 4D. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket, pretest, dan posttest. Subjek penelitian yaitu validator ahli serta siswa kelas XI SMK Negeri 1 Kademangan. Atlas ini divalidasi oleh ahli media, ahli materi, praktisi pembelajaran, dan siswa sebagai subjek uji coba. Hasil validasi oleh ahli media menunjukkan persentase sebesar 76,25% (layak digunakan), ahli materi sebesar 99,72% (sangat layak digunakan), praktisi lapangan sebesar 93,56% (sangat layak digunakan), uji coba kelompok kecil sebesar 89,64% (sangat layak digunakan), dan uji efektivitas sebesar 0,55 (efektivitas sedang). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu dihasilkan atlas keanekaragaman hayati berbasis potensi lokal untuk SMK jurusan pertanian. Kata kunci: ADDIE; research-based textbooks; structure and development of animals; buku ajar berbasis penelitian; struktur dan perkembangan hewan Alamat Korespondensi: Risca Dwi Kusuma Pendidikan Biologi Pascasarjana Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang E-mail: riscakusuma68@gmail.com Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu satuan pendidikan pada tingkat menengah yang memiliki visi yaitu menyiapkan hasil lulusan peserta didik yang mumpuni untuk pemenuhan kebutuhan dunia kerja serta mengembangkan sikap profesional. Sekolah menengah kejuruan menyelenggarakan program-program pendidikan yang disesuaikan dengan jenis-jenis lapangan kerja maka dari itu SMK memiliki banyak program keahlian (Kemendikbud, 2013). Salah satu program keahlian yang mulai diminati masyarakat adalah Agribisnis pertanian karena seperti yang kita ketahui sebagian besar wilayah di Indonesia adalah wilayah pertanian. Kurikulum SMK dibuat agar peserta didik siap untuk bersaing di dunia kerja. Muatan kurikulum disusun sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan dunia kerja agar peserta didik tidak mengalami kesulitan yang berarti ketika masuk di dunia kerja (Kemendikbud, 2013). Dengan demikian, lulusan SMK diharapkan mampu untuk bekerja sesuai dengan keahlian yang telah ditekuni. Untuk memenuhi hal tersebut kualitas pendidikan di SMK harus selalu ditingkatkan. Secara umum, proses pembelajaran di SMK masih berpusat pada guru, belum kontekstual dan belum memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar (Amin, 2014). Sumber belajar yang digunakan selama ini terbatas pada buku teks dari pemerintah dan buku penunjang yang jumlahnya sangat sedikit. Potensi lokal adalah potensi sumber daya atau kekuatan yang dimiliki suatu daerah yang belum dimanfaatkan untuk suatu tujuan dalam pembelajaran. Dengan menggunakan bahan ajar yang berbasis potensi lokal diharapkan peserta didik dapat lebih memahami konsep tentang jenis-jenis makhluk hidup, klasifikasi makhluk hidup, ciri, sifat, dan tempat hidup makhluk hidup. Peserta didik juga diharapkan memiliki keterampilan dalam mengklasifikasikan jenis makhluk hidup terutama yang sering dijumpai. Kebun belimbing merupakan salah satu potensi lokal yang bisa digunakan sebagai sumber belajar. Kebun belimbing merupakan bentuk agroekosistem yang dikelola dan dimanfaatkan oleh manusia. Dalam agroekosistem tanaman belimbing terdapat interaksi antara faktor biotik dan faktor abiotik. Komponen abiotik terdiri atas suhu, cahaya, kelembapan, Tersedia secara online http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/ EISSN: 2502-471X DOAJ-SHERPA/RoMEO-Google Scholar-IPI Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 3 Nomor: 3 Bulan Maret Tahun 2018 Halaman: 296301