Keragaman Plasma Nutfah Padi Gogo Lokal Sumba Barat Daya,
Provinsi Nusa Tenggara Timur
(The Diversity of Upland Rice Landracs in South-West Sumba,
East Nusa Tenggara Timur Province)
Evert Y. Hosang*, Yermias Bombo, dan Tony Basuki
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Timur, Jl. Timor Raya Km 32 Naibonat, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Telp. (0380) 833766; Faks. (0380) 833766, 829537
*E-mail: yulianeshosang@yahoo.co.id
Diajukan: 15 Juli 2016; Direvisi: 23 September 2016; Diterima: 25 November 2016
ABSTRACT
Some cultivars of upland rice landraces in Nusa Tenggara Timur (NTT) Province had been collected and evaluated by a researcher
team of Research Institute for Food Crop Biotechnology (RIFCB) in 1997. The team has collected 97 cultivars from 19 districts in
NTT. The collection activity of upland landrace-rices in NTT was continued by Assessment Institute for Agricultural Technology
(AIAT) NTT in 2013–2015, which collected 61 cultivars from 11 districts in NTT. South-West Sumba is a district that has the
highest cultivar number of the collected landrace-rices with 20 cultivars. The cultivars from South-West Sumba have been
characterised and evaluated using Standard Evaluation System. The results indicated that there were a high variability in
agronomic and phenotypic characteristics among the 20 cultivars of the South-West Sumba District upland landrace-rices. The
most agronomic and phenologyc diversity of the landraces are the leaf length, leaf surface texture, flag leaf angle, stem leaf’s
colour, palea’s colour, lemma’s colour, rice grain skin, the number of productive tiller, and productivity. Based on the similarity of
agronomic and phenotypic characteristics, there were four groups of South-East Sumba upland rices landraces; there are a high
similarity group (more than 85% similarity), a medium similarity group (75–85% similarity), and a low similarity group (less than
75% similarity).
Keywords: upland rice, landrace, diversity.
ABSTRAK
Plasma nutfah padi gogo lokal Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah pernah dikoleksi dan dievaluasi oleh tim peneliti Balai
Penelitian Bioteknologi Tanaman Pangan, Bogor pada tahun 1997 yang berhasil mengoleksi 97 aksesi dari 19 kabupaten di NTT
dan dilanjutkan dengan kegiatan koleksi dan karakterisasi oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTT yang telah
mengoleksi 61 aksesi tanaman padi gogo lokal NTT dari 11 kabupaten di NTT. Kabupaten Sumba Barat Daya adalah salah satu
wilayah yang memiliki aksesi padi gogo yang terbanyak, yaitu sebanyak 20 aksesi dan telah dievaluasi berdasarkan Standard
Evaluation System. Dari hasil karakterisasi ini disimpulkan bahwa terdapat variasi karakteristik agronomi dan fenotipe yang sangat
besar antar aksesi padi gogo lokal tersebut. Karakter yang paling menunjukkan keragaman antar aksesi adalah bentuk panjang
daun, permukaan daun, sudut daun bendera, warna pelepah daun, warna gabah, warna kulit ari, jumlah anakan produktif, dan
produktivitas padi. Sementara berdasarkan kemiripan karakteristik yang dievaluasi, t padi lokal Sumba Barat Daya dikelompokkan
menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok kemiripan tinggi (tingkat similarity >85%), kelompok kemiripan sedang (tingkat
similarity antara 75–85%), dan kelompok kemiripan rendah (tingkat similarity <75%).
Kata kunci: padi gogo, plasma nutfah, keragaman.
Hak Cipta © 2016, BB Biogen
Bul. Plasma Nutfah 22(2):93–100