Agrivinie Rainy.... Potensi Penyerapan Tenaga Kerja…. 131 Coopetition : Jurnal Ilmiah Manajemen (E-ISSN : 2615-4978, P-ISSN : 2086-4620) Vol XII No 2, Juli 2021 Potensi Penyerapan Tenaga Kerja di Koperasi Jawa Barat Tahun 2020 Menggunakan Structural Equation Model Agrivinie Rainy Firohmatillah 1) , Adri Arisena 2) Program Studi Manajemen, Institut Manajemen Koperasi Indonesia 1) 2) agrivinie@ikopin.ac.id adri@ikopin.ac.id Abstrak Penyerapan tenaga kerja di sektor koperasi di Jawa Barat masih tergolong rendah yaitu sebesar 10.434 orang atau sebesar 0,05 persen. Berdasarkan fakta tersebut, penyerapan tenaga kerja di sektor koperasi masih dapat ditingkatkan sejalan dengan program Kementerian Koperasi dan UMKM dalam menjalankan Reformasi Total Koperasi melalui tiga langkah strategis, yakni Reorientasi, Rehabilitasi dan Pengembangan. Oleh karena itu diharapkan penyerapan tenaga kerja di sektor koperasi Jawa Barat semakin besar. Untuk mengetahui dan melihat hal tersebut maka dilakukan penelitian ini. Kategori responden dalam penelitian ini terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok responden anggota dan kelompok responden non anggota. Analisis yang digunakan untuk melihat potensi tersebut menggunakan analisis deskriptif, sedangkan Structural Equation Model (SEM) digunakan untuk melihat seberapa besar pengaruh stress kerja, kepuasan kerja terhadap turnover intention untuk kelompok responden non anggota. Untuk kelompok responden anggota SEM digunakan untuk melihat seberapa besar pengaruh stress kerja, kepuasan kerja, dan turnover intention terhadap partisipasi anggota dan perkembangan koperasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa untuk kelompok responden non anggota kedua variabel memberikan pengaruh yang signifikan terhadap turnover intention, sedangkan untuk kelompok responden anggota menujukkan bahwa ketiga variabel memberika pengaruh langsung yang signifikan terhadap partisipasi anggota dan perkembangan koperasi. Kata Kunci: Koperasi, Tenaga Kerja, Structural Equation Model (SEM), Jawa Barat Abstract Labor absorption in the cooperative sector in West Java is still relatively low at 10,434 people or 0.05 percent. Based on this fact, the absorption of labor in the cooperative sector can still be increased in line with the program of the Ministry of Cooperatives and MSMEs in implementing total cooperative reform through three strategic measures, namely Reorientation, Rehabilitation and Development. Therefore, it is expected that the absorption of labor in the cooperative sector of West Java is increasing. To find out and see this, this research was done. The categories of respondents in this study are divided into two groups, namely the group of member respondents and the non-member respondent group. The analysis used to see the potential used descriptive analysis, while the Structural Equation Model (SEM) was used to see how much work stress, job satisfaction affect turnover intention for non-member groups of respondents. For the respondent group SEM members were used to see how much work stress, job satisfaction, and turnover intention affect member participation and cooperative development. The results showed that for the non- member respondent group both variables had a significant influence on turnover intention, while for the group of respondents members pointed out that the three variables had a significant direct influence on member participation and cooperative development. Keywords: Co-operative, Labor, Structural Equation Model (SEM), West Java PENDAHULUAN Koperasi merupakan gerakan ekonomi rakyat yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan melandaskan kegiatannya pada prinsip-prinsip koperasi. Sebagai suatu gerakan, koperasi menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan kerja sama antar anggotanya yang sangat diperlukan untuk mewujudkan tujuan utamanya, yaitu meningkatkan kesejahteraan para anggota pada khususnya dan kemakmuran masyarakat pada umumnya. Undang-undang Republik Indonesia tahun 1992 tentang perkoperasian menyatakan bahwa karakteristik utama koperasi adalah identitas ganda anggota koperasi (the dual identity of the member)