JURNAL ARSITEKTUR GRID Journal of Architecture and Built Environment, ISSN 2685-0400 (online) Vol. 1, No. 2, Desember 2019, 6-9 6 KARAKTERISTIK IKLIM MIKRO DI RUANG PUBLIK Studi Kasus: Jalur Pedestrian Malioboro, Yogyakarta Christian Nindyaputra Octarino 1 , Adimas Kristiadi 2 1,2 Program Studi Arsitektur, Universitas Kristen Duta Wacana, Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No 5-25 Yogyakarta Email: christian.octarino@staff.ukdw.ac.id ABSTRAK Ruang publik merupakan salah satu elemen penting dalam suatu wilayah perkotaan. Ruang ini menjadi wadah beragam aktivitas manusia, sehingga perlu diperhatikan kualitasnya agar dapat memberikan kenyamanan bagi penggunanya. Salah satu aspek kenyamanan yang harus dicapai adalah kenyamanan termal, yang akan berkaitan langsung dengan iklim mikro kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik iklim mikro pada area jalur pedestrian Malioboro yang sudah mengalami revitalisasi, yang akan berdampak pada kenyamanan termal manusia yang beraktivitas. Karakter dan kualitas iklim mikro dapat diketahui melalui pengukuran lapangan kemudian dikaitkan dengan elemen-elemen pembentuk ruang luar seperti; material permukaan, objek 3 dimensi, vegetasi, dll. Hal tersebut bertujuan untuk menganalisis performa ruang publik dalam memberikan kenyamanan termal dan juga mengetahui korelasi antara elemen pembentuk ruang luar dengan karakter iklim mikro yang terbentuk. Hasilnya akan digunakan untuk merumuskan tipologi ruang kota yang mampu memberikan tingkat kenyamanan termal pengunjung yang optimal. Kata kunci: iklim mikro, ruang publik, kenyamanan termal PENDAHULUAN Perancangan ruang atau space merupakan suatu permasalahan utama dalam konteks arsitektur. Tujuan utamanya adalah menciptakan ruang yang memiliki performa optimal dalam mewadahi fungsi dan memberikan kenyamanan bagi penggunanya. Ruang yang dimaksud tidak terbatas pada ruang dalam yang memiliki batas-batas yang jelas, namun juga ruang luar di mana seringkali memiliki batas-batas yang imajiner. Dengan dibatasi oleh batas imajiner, privasi bukan merupakan prioritas sehingga ruang luar seringkali dikaitkan dengan ruang publik. Ruang publik akan selalu berkaitan dengan kualitas ruang kota, serta sosial masyarakat sehingga ketiga hal tersebut tidak dapat dipisahkan (Darmawan, 2005). Hal ini dapat diartikan bahwa kualitas ruang suatu kota dapat dilihat dari bagaimana performa ruang publik yang ada dalam memberikan kenyamanan bagi penggunanya. Bicara mengenai ruang publik di Yogyakarta, salah satu yang sekian lama telah menjadi ikon kota adalah kawasan Malioboro. Kawasan ini menjadi destinasi utama para wisatawan yang datang baik lokal maupun mancanegara. Secara tidak langsung, Malioboro sudah menjadi wajah kota Yogyakarta yang sudah seharusnya memberikan kenyamanan bagi pengunjungnya. Merespon hal tersebut, pemerintah setempat mengupayakan peningkatan kualitas ruang publik melalui serangkaian tahap revitalisasi. Setelah selesai dengan tahap I di titik nol kilometer, revitalisasi tahap dua mencakup perbaikan jalur pedestrian di sepanjang koridor Malioboro. Pada revitalisasi tahap II ini, PKL dan parkir kendaraan bermotor ditata sehingga memberikan ruang yang lebih luas bagi pejalan kaki, serta adanya penambahan elemen-elemen street furniture untuk menambah keindahan dan kenyamanan kawasan. Dalam proses perancangan ruang luar tidak hanya berdasarkan kriteria teknis arsitektural yang berhubungan dengan ergonomic, material, dan estetika, namun juga kriteria utilitas yang mengarah pada tercapainya kenyamanan dan keamanan pengguna (Sangkertadi, 2013). Kondisi Indonesia yang memiliki iklim tropis lembab membuat faktor kenyamanan termal menjadi salah satu perhatian utama dalam perancangan ruang dalam maupun ruang luar. Fenomena meningkatnya suhu global perlu diantisipasi dalam perancangan ruang, ditambah lagi dengan munculnya urban heat island pada perkotaan. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilihat bagaimana performa wajah baru jalur pedestrian Malioboro dalam aspek kenyamanan termal bagi penggunanya. CORE Metadata, citation and similar papers at core.ac.uk Provided by Universitas Surakarta: eJournal