Variasi Morfometrik Ikan Sepat (Trichogaster trichopterus Pallas, 1770) Dari Sungai Kali Putih, Kali Mampang Dan Waduk Sempor Kabupaten Kebumen Putri Restu Pujiyani 1) , Siti Rukayah 2) Sarjana Biologi, Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Master Biologi, Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Email: putrirp.20@gmail.com Email: rukayah.siti@ymail.com Abstrak - Salah satu spesies dari Familia Anabantidae adalah ikan sepat (Trichogaster trichopterus Pallas, 1770). Ikan sepat merupakan spesies ikan introduksi dari perairan Asia Tenggara meliputi Kamboja, Laos, Thailand dan Vietnam. Sekarang tersebar di beberapa pulau seperti Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Ikan sepat ditemukan di Waduk Sempor dan sungai-sungai di Kabupaten Kebumen, di antaranya Sungai Kali Putih dan Sungai Mampang. Perbedaan karakteristik antara habitat perairan lentik di Waduk Sempor dan perairan lotik di Sungai Kali Putih dan Sungai Mampang diduga dapat mempengaruhi bentuk dan ukuran bagian tertentu tubuh ikan sepat. Perbedaan bentuk dan ukuran tubuh tersebut dapat diduga melalui teknik trus morfometrik. Pengambilan sampel ikan dilakukan menggunakan jaring tancap dan jala tebar. Parameter yang diukur adalah rasio antara jarak trus morfometrik sebanyak 22 karakter jarak trus di sepanjang tubuh dengan panjang total ikan sepat, pengukuran dilakukan menggunakan jangka sorong. Sifat fisika kimia perairan yang diukur adalah temperatur, kecerahan kedalaman, kecepatan arus, O 2 , CO 2 dan pH. Lokasi pengambilan sampel di perairan lotik dilakukan di Sungai Kali Putih dan Kali Mampang, adapun di perairan lentik dilakukan di Waduk Sempor Kabupaten Kebumen. Ikan sepat yang berhasil didapatkan sebanyak 168 ekor. Hasil uji âtâ menunjukkan bahwa terdapat perbedaan karakter morfologi ikan sepat dari lokasi perairan sungai dan waduk. Terdapat 13 jarak trus yang menjadi pembeda antara antara ikan sepat dari perairan sungai dan waduk, yang berada pada bagian kepala, badan dan ekor. Sifat fisika kimia perairan sungai maupun waduk menunjukkan kondisi yang sesuai bagi kehidupan ikan sepat. Kata Kunci : morfologi, morfometrik, Trichogaster trichopterus, sungai, waduk. PENDAHULUAN Salah satu spesies dari Familia Anabantidae adalah ikan sepat (Trichogaster trichopterus, Pall). Ikan sepat bukan merupakan jenis ikan asli Indonesia melainkan ikan introduksi dari perairan Asia Tenggara meliputi Kamboja, Laos, Thailand, dan Vietnam. Jenis ikan ini diintroduksi ke Indonesia pada tahun 1934 dan dibudidayakan di kolam-kolam dan persawahan (Iskandariah et al., 2015). Ikan sepat memiliki keunggulan yaitu mampu beradaptasi dengan lingkungan dan memiliki sirip pectoral yang termodifikasi seperti cambuk yang berfungsi sebagai alat peraba (Simatupang, 2012). Ikan sepat dapat hidup di danau, waduk, rawa dan sungai. Sungai mengalir dari hulu dalam kondisi kemiringan lahan yang curam berturut- turut menjadi agak curam, agak landau, landau dan relatif datar. Arus atau kecepatan aliran sungai berbanding lurus dengan kemiringan lahan. Arus relatif cepat di lokasi hulu dan bergerak menjadi lebih lambat dan semakin lambat pada lokasi hilir. Sungai Kali Putih merupakan sungai yang terletak di bagian tengah Desa Kali Putih dengan kemiringan lereng lahan yang tergolong curam. Sungai ini berhulu dari bukit Indrakila Di Kalipuru dan bersatu dengan Sungai Kedungbener. Selain Sungai Kali Putih, Sungai Kali Mampang merupakan salah satu sungai yang menjadi sumber air di Waduk Sempor (Shaleh et al., 2014). Waduk merupakan suatu perairan menggenang yang dibuat manusia melalui pembendungan aliran sungai. Pembangunan waduk bertujuan untuk memenuhi keperluan sebagai pembangkit tenaga listrik, pengendalian banjir, pengairan, perikanan dan pariwisata. Perairan waduk umumnya mempunyai kedalaman dan luas permukaan air yang berfluktuasi (Harahap et al., 2010). Perbedaan kondisi lingkungan antara sungai dan waduk, seperti kedalaman dan kecepatan arus dapat berpengaruh terhadap perilaku populasi ikan, ikan yang hidup di sungai pada prinsipnya akan beradaptasi terhadap kecepatan arus yang deras, sebaliknya ikan yang hidup di pada air yang tenang seperti waduk akan beradaptasi dengan kecepatan arus lambat (Zainudin, 2013). Perbedaan morfologi tersebut diduga terjadi pula pada ikan sepat yang berhabitat di Sungai Kali Putih dan Sungai Mampang serta di Waduk Sempor. Karakter morfolologi merupakan karakter yang dapat menggambarkan bentuk tubuh ikan. Karakter morfologi sering digunakan dalam studi taksonomik ikan, baik menggunakan teknik morfometrik standar maupun trus morfometrik (Bhagawati et al., 2012).