Analisis risiko sistemik dan keterkaitan keuangan: Studi pada Bank Umum Syariah di Indonesia Rihana Sofe Nabella*, Ghozali Maski, Setyo Tri Wahyudi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya, Jl. Veteran Malang 65145, Jawa Timur, Indonesia A B S T R A C T Islamic banking in Indonesia has developed as indicated marked by the establish-ment of Bank Muamalat Indonesia as the frst Islamic bank in Indonesia. Islamic banks—Besides the conventional bansk— are an alternative source of fnancing which are expected to support the country’s economic growth. Banks are also known as risk-prone institutions, one of which is systemic risk. This study aims to measure systemic risk and fnancial linkages in Islamic commercial banks in Indonesia. This study uses the Conditional Value at Risk (CoVaR) model developed by Adrian and Brunnermeier (2009) with data samples of 8 Islamic banks in Indonesia from January 2012 to De-cember 2018. The result is the contribution of systemic risk is not determined by the size of bank assets and individual risk. Both small banks and large banks can threaten fnancial system stability. So that it can be a reference for regulators to always supervise all banks, not only large banks but also small banks that have high individual risks. A B S T R A K Perbankan syariah di Indonesia telah berkembang yang ditandai dengan berdirinya Bank Muamalat Indonesia sebagai bank syariah pertama di Indo-nesia. Bank syariah - selain bank konvensional - menjadi salah satu alternatif sumber pembiayaan yang diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi negara. Bank juga dikenal sebagai lembaga yang rentan akan risiko, salah satunya adalah risiko sistemik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengukur risiko sistemik dan keterkaitan keuangan pada bank umum syariah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan model Conditional Value at Risk (CoVaR) yang dikembangkan oleh Adrian dan Brunnermeier (2009) den-gan sampel data 8 bank umum syariah di Indonesia periode Januari 2012 hingga Desember 2018. Hasil yang diperoleh adalah kontribusi risiko sistemik tidak ditentukan oleh besarnya aset bank dan risiko individual, sehingga baik bank kecil atau bank besar sama-sama dapat mengancam stabilitas sistem keuangan. Sehingga hal tersebut dapat menjadi rujukan bagi regulator untuk senantiasa mengawasi seluruh bank, tidak hanya bank besar namun juga bank kecil yang memiliki risiko individual tinggi. Keyword: Systemic Risk, Financial Linkage, Islamic Banking. JBB 10, 1 19 Received 16 Januari 2020 Revised 06 Oktober 2020 Accepted 13 Oktober 2020 JEL Classifcation: G21, O16, Z23 DOI: 10.14414/jbb.v10i1.2048 Journal of Business and Banking ISSN 2088-7841 Volume 10 Number 1 Mei - Oktober 2020 pp. 19-31 © STIE Perbanas Press 2020 1. PENDAHULUAN Sektor perbankan berperan penting dalam menggerakkan perekonomian yakni sebagai lembaga intermediasi dan penunjang sistem pembayaran (UU No. 10 Tahun 1998). Sebagai lembaga intermediasi, bank berperan menjadi perantara antara pihak yang kelebihan dana dengan pihak yang kekurangan dana. Fungsi intermediasi perbankan di Indonesia sudah berkembang yang ditandai dengan naiknya total aset bank umum konvensional. Hal yang sama juga terjadi pada bank umum syariah di mana total asetnya mengalami kenaikan. Selain itu, perkembangannya diharapkan mampu mendukung sumber pembiayaan perekonomian. UU