ISSN : 2302-3333 Jurnal Bina Tambang, Vol.6, No.5 159 ANALISIS PENGARUH PERKUATAN WIRE MESH TERHADAP KEKUATAN PILAR DI TAMBANG BAWAH TANAH DENGAN PENGUJIAN SKALA LABORATORIUM Aldo Azzana Zuhuri 1* , Raimon Kopa 1** 1 Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Padang *azzanaaldo1@gmail.com **raimonkopa@ft.unp.ac.id Abstract. Pillars are natural support that serve to hold the material load on it. The development of deeper mines causes the burden received by the pillars will be greater so as to encourage an increase in the dimensions of the pillars to maintain the stability of the work area this will be a challenge to carry out the mandate of Annex VII of the Decree of the Minister of Energy and Mineral Resources No. 1827.K/30/MEM/2018 on Guidelines for the Implementation of Mineral and Coal Conservation. Therefore the pillar requires special reinforcement so as not to collapse during underground mining activities and also maximize recovery. In this study the reinforcement used is wire mesh with a diameter of 0.8 mm then the pillar sample is made of a homogeneous cylindrical material from a mixture of cement and sand with a composition of 1:2, the pillar sample is made close to the strength of coal. The results of this study showed that the installation of strengthening (wiremesh) caused an increase in the strength value on the pillar that was originally a pillar without buffering has a strong uniaxial press of 10.4 MPa and after strengthening the wire mesh obtained 14.65 MPa or increased by 42.5%. This is evidenced by the results of numerical modeling model II shows an increase in strength factor value from the original 1 to 1.3 and decreased horizontal displacement that was originally as far as 0.00024 m to 0.000063 m, the results of pillar strength testing in the laboratory and numerical modeling showed that the increase in strength occurred due to horizontal displacement in the pillar held by wire mesh so that the pillar seemed to experience pressure. Anchoring thus causes horizontal displacement to be smaller compared to horizontal displacement on pillars without wire mesh strengthening. Keywords: Pillar, Reinforcement, Wire Mesh, Coal, and Underground Mining 1. Pendahuluan Keberadaan cadangan mineral dan batubara yang berada dekat dengan permukaan semakin menipis sehingga tidak dimungkinkan untuk melakukan kegiatan tambang terbuka, oleh karena itu penyelesaian masalah ini dengan menggunakan sistem penambangan bawah tanah. Hal ini menjadikan Kecenderungan umum di masa yang akan datang, sistem tambang bawah tanah akan menjadi pilihan utama eksploitasi mineral dan energi [9] . Kegiatan penambangan bawah tanah memiliki resiko yang tinggi dibandingkan dengan penambangan di permukaan, oleh sebab itu kegiatan penambangan bawah tanah harus mempertimbangkan kekuatan masa batuan, kondisi stress dan strain, kondisi struktrur geologi, dan kondisi air tanah. Penambangan bawah tanah memiliki beberapa metode yang dapat dilakukan tergantung pada kondisi sruktur geologi batuan. salah satu metode yang sering digunakan adalah metode penambangan room and pillar. Metode room dan pilar kebanyakan digunakan untuk penambangan batubara karena dirancang untuk penambangan endapan yang relatif datar dan berlapis dengan ketebalan terbatas. Metode ini akan meninggalkan blok batuan yang berfungsi sebagai penyangga alami. Berdasarkan Lampiran VII Keputusan Menteri ESDM No 1827.K/30/MEM/2018 Tentang Pedoman Pelaksanaan Konservasi Mineral dan Batubara, optimalisasi recovery penambangan sistem bawah tanah mineral dan batubara perlu tetap menjaga kestabilan pilar sesuai rekomendasi kajian teknis. Dengan menjalankan salah satu objek konservasi mineral dan batubara yaitu recovery penambangan yang artinya upaya Perencanaan dan pelaksanaan recovery penambangan secara maksimal, efisien, bertanggung jawab dan berkelanjutan. Oleh karena itu penambangan batubara dengan metode room and pillar diharuskan untuk meninggalkan pilar seoptimal mungkin dengan ketentuan pilar harus memiliki kekuatan yang cukup untuk menjaga kondisi kestabilan front kerja di bawah permukaan Pengembangan tambang yang lebih dalam menyebabkan beban yang diterima pilar akan semakin besar ditambah batubara tergolong pada batuan yang lemah