Al-Kauniyah: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir E-ISSN: 2746-9042 Vol. 1, No. 1 Desember 2020 P-ISSN: 2746-9050 61 Studi Kritis Penafsiran Wahbah al-Zuhaili tentang Ayat-ayat “Bias Jender” Nana Gustianda Dosen IAIN Bukit Tinggi Email: nanagustiana@gmail.com Abstrak Bias Jender berarti ketimpangan jender atau diskriminasi terhadap manusia berdasarkan jenis kelamin. Islam datang kepada manusia untuk menghentikan ketimpangan tersebut. Namun, seiring perkembangan zaman, justru al-Qur’an dicap sebagai kitab suci yang mendiskriminasi fungsi perempuan dari laki-laki. Oleh sebab itu, diperlukan penafsiran yang lebih komprehensif terhadap ayat-ayat yang dinyatakan bias jender tersebut. Wahbah al-Zuhaili mampu mengungkapkan ketimpangan tersebut, sehingga tidak ditemukan lagi adanya kesalahan penafsiran tentang ayat-ayat yang dinyatakan bias jender. Keywords: Bias Jender, Keislaman. A. Pendahuluan Bias jender terjadi jauh sebelum kedatangan Islam, bukan cuma di negara-negara Eropa dan Amerika, bahkan di Arab sendiri sebelum kedatangan Islam perempuan sudah diperlakukan secara diskriminatif. Hal ini seperti yang tergambar dalam surat al-Nahl: 58-59: ا ب م ء س ن م م ق ال ن ى م ار ت  , م ظ ك ه ا و د س م ه ج و ل ظ ث ن م ه د ح أ ر ش ا ب ذ إ و ه ك س  ي أ ه ب ر ش م ك ا ي م اء س  أ اب الت ف ه س د م أ ن ه ل ع ن ”Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan Dia sangat marah. Ia Menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang