Copyright ©2022 ARCADE:This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License[CC BY SA]
M. Togar M R, I Salva S, Megan Dwi O: [Identifikasi Persepsi Masyarakat Terhadap Penerapan Identitas Visual...] 129
IDENTIFIKASI PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENERAPAN
IDENTITAS VISUAL PADA ELEMEN INTERIOR COWORKING SPACE
DIGITAL VALLEY
M. Togar Mulya Raja
1
, Irnade Salva Sutyaningsih
2
, Megan Dwi Oktaviani
3
Universitas Telkom
E-mail: togarmulyaraja@gmail.com, irnadesalvas@student.telkomuniversity.ac.id,
megandwioktaviani@student.telkomuniversity.ac.id
Abstract: Modern life encourages the creation of new patterns of worker relations and various
ways of working. A co-working space is a facility created because of these changes. Not all of
the existing co-working spaces have the same goals and concepts. The need for a brand identity
to provide differentiation from other co-working spaces can be done through the implementation
of a visual identity in the interior so that it is easy for consumers to remember. This study will
discuss the identification of public perceptions in spatial planning, use of color, material
selection, use of lighting types, application of forms, and use of furniture in Co-working Space
Digital Valley. This study uses a descriptive qualitative method which is carried out by analyzing
the theory of brand identity applications on the interior design elements of the Digital Valley Co-
working Space. The data collection method used is the method of observation and
questionnaires. Questionnaires are used as an analysis of public perceptions with the
determination of respondents using random sampling. The results show that the application of
visual identity in Co-working Space Digital Valley is still less than optimal based on three
fundamental components that have a strong impact on the existence of a brand, which can be
seen from the perceptions of respondents who show neutral and negative responses on several
criteria. This research can be used as a consideration in the application of visual identity in Co-
working Space Digital Valley.
Keyword: Co-working Space, Brand Identity, User Perception.
Abstrak: Kehidupan modern yang mendorong terciptanya pola hubungan pekerja baru dan
berbagai macam cara dalam bekerja. Co-working space menjadi fasilitas yang tercipta karena
adanya perubahan tersebut. Co-working space yang ada tidak semuanya memiliki tujuan dan
konsep yang sama. Perlu adanya sebuah identitas brand untuk memberikan diferensiasi
dengan co-working space yang lain, dapat dilakukan melalui implementasi identitas visual pada
interior agar mudah untuk diingat oleh konsumen. Dalam penelitian ini akan dibahas mengenai
identifikasi perpesi masyarakat dalam penataan ruang, penggunaan warna, pemilihan material,
penggunaan jenis pencahayaan, penerapan bentuk, serta penggunaan furniture di Co-working
Space Digital Valley. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang dilakukan
dengan cara melakukan analisis teori aplikasi brand identity pada elemen desain interior Co-
working Space Digital Valley. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode
observasi dan kuesioner. Kuesioner digunakan sebagai analisis persepsi masyarakat dengan
penentuan responden menggunakan random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
penerapan visual identity pada Co-working Space Digital Valley masih kurang optimal
berdasarkan tiga komponen fundamental yang memberikan dampak yang kuat pada eksistensi
dari sebuah brand, dimana dapat dilihat dari persepsi responden yang menunjukkan respon
netral dan negatif pada beberapa kriteria. Penelitian ini dapat digunakan untuk menjadi
pertimbangan dalam penerapan visual identity pada Co-working Space Digital Valley.
Kata Kunci: Co-working Space, Identitas Brand, Persepsi Pengguna
PENDAHULUAN
Kehidupan modern yang terus mengalami kemajuan
serta pola hubungan pekerja yang juga mengalami
evolusi menciptakan jenis pekerjaan baru dan
berbagai macam cara baru dalam bekerja.
Terciptanya sebuah gaya bekerja dengan
lingkungan bersama dan mandiri memungkinkan
bagi seseorang, kelompok, atau sebuah perusahaan
bekerja tanpa harus memiliki sebuah kantor fisik.
Bagi seorang freelancer, startup rintisan atau
individu yang sering bepergian dan bekerja dengan
berpindah-pindah tempat tentu hal ini sangat
membantu. Adanya sebuah fasilitas co-working
space akan membantu orang-orang yang bekerja
secara independen, pekerja yang banyak
menggunakan teknologi, serta program inkubasi
Informasi Naskah:
Diterima:
19 Desember 2021
Direvisi:
15 Januari 2022
Disetujui terbit:
15 Maret 2022
Diterbitkan:
Cetak:
29 Maret 2022
Online
29 Maret 2022