Degradasi Sampah Plastik (Haris Setiawan) | 1229 2021 Prosiding Seminar Nasional Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan; e-ISSN: 2686-2964 Prosiding Seminar Nasional Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan 23 Oktober 2021, Hal. 1229-1235 e-ISSN: 2686-2964 Pengolahan Sampah Anorganik Menggunakan Ulat Hongkong dan Ulat Jerman di Padukuhan Wuni, Giricahyo, Gunung Kidul Ichsan Luqmana Indra Putra, Haris Setiawan, Danni Setyawan, Ragil Yoga Mandhala Wicaksana, Roby Ahmad Subagja Universitas Ahmad Dahlan, Jl. Ringroad Selatan, Kragilan, Tamanan, Kec. Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55191 Email: haris.setiawan@bio.uad.ac.id. ABSTRAK Sampah plastik menjadi salah satu permasalahan yang harus cepat ditanggulangi karena terus bertambah dari 1,3 miliar ton pertahun menjadi 2,2 miliar ton pada tahun 2025. Sebagai salah satu lokasi yang akan diproyeksikan menjadi destinasi wisata, Padukuhan Wuni kedepannya tentu akan mendapatkan banyak sampah, terutama sampah anorganik dari wisatawan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan sampah anorganik menggunakan ulat hongkong dan ulat jerman serta memberikan alternatif pengolahan sampah anorganik yang lebih ramah lingkungan kepada masyarakat. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut terdiri dari 3 tahapan. Tahapan pertama adalah koordinasi dengan mitra. Tahapan kedua merupakan rangkaian kegiatan inti yang terdiri dari beberapa penyuluhan dan pelatihan: Penyuluhan tentang pengelolaan sampah, terutama sampah anorganik, pelatihan pengolahan sampah menggunakan ulat hongkong dan ulat jerman. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat mendapatkan pengetahuan tambahan mengenai penggunaan ulat jerman dan ulat hongkong dalam mendegradasai sampah anorganik. Masyarakat jug dapat membudidayakan ulat jerman dan ulat hongkong yang dapat digunakan sebagai pakan ternak. Hasil degradasi sampah juga dapat digunakan masyarakat sebagai pupuk tanaman. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah adanya antusiasme warga dalam menggunakan ulat jerman dan ulat hongkong dalam mendegradasi sampah anorganik. Kata kunci: Anorganik, plastik, sampah, ulat hongkong, ulat jerman ABSTRACT Plastic waste is one of the problems that must be addressed quickly because it continues to grow from 1.3 billion tons per year to 2.2 billion tons in 2025. As one of the locations that will be projected to become a tourist destination, Padukuhan Wuni in the future will certainly get a lot of waste, especially inorganic waste from tourists. The purpose of this service activity is to increase public knowledge about processing inorganic waste using Hong Kong caterpillars and German caterpillars as well as providing an alternative to inorganic waste processing that is more environmentally friendly to the community. The method used to solve the problem consists of 3 stages. The first stage is coordination with partners. The second stage is a series