JAKHKJ Vol. 7, No. 1, 2021 1 |p-ISSN: 2442-501x, e-ISSN: 2541-2892 PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN PRAKTEK MENCUCI TANGAN ANAK USIA SEKOLAH DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 DI PANTI ASUHAN AISYIYAH JAKARTA PUSAT Nur Hudzaifah 1 , Anita Apriliawati, 2 1) Program Studi Ilmu Keperawatan FIK UMJ 2) Program Studi Ilmu Keperawatan FIK UMJ Email : nurhudzaifah1@gmail.com anita@umj.ac.id Abstrak Angka positif Covid-19 pada anak-anak terbilang kecil namun anak dapat menjadi carrier jika terpapar oleh virus tersebut, dan membahayakan bagi populasi rentan. Salah satu pencegahan penularan Covid-19 dan penyakit menular lain adalah mencuci tangan dengan baik dan benar. Kesadaran akan pentingnya mencuci tangan dimulai dari pengetahuan serta praktek mencuci tangan itu sendiri. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimental dengan desain one group pre test and post test dengan tujuan untuk melihat perbedaan pengetahuan serta praktek mencuci tangan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi kesehatan. Populasi penelitian ini sebanyak 20 orang anak di Panti Asuhan Aisyiyah. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode Non Probability sampling dengan teknik Purposive Sampling dimana teknik ini didasarkan pada pertimbangan tertentu yang peneliti buat. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi terhadap variabel pengetahuan dan praktek mencuci tangan (p=0.000). Penelitian ini merekomendasikan perlunya edukasi kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19 salah satunya adalah terkait mencuci tangan. Kata kunci : Mencuci tangan, Covid-19, Pengetahuan, Praktek PENDAHULUAN Novel Coronavirus Disease (COVID-19) pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada 31 Desember 2019. Covid-19 adalah virus yang menyebabkan penyakit flu ringan hingga penyakit lebih parah seperti MERS-CoV dan SARS-CoV (WHO, 2020). Covid-19 adalah jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Pada 12 Maret 2020 World Health Organization (WHO) telah merincikan Covid-19 sebagai pandemi, yaitu wabah penyakit yang menyebar secara global (WHO, 2020). Infeksi Covid-19 juga bisa dialami oleh anak-anak. Penelitian yang dipimpin oleh Huimin Xia (2020) didapatkan kesimpulan, bahwa walau hasil swab test pada hidung dan mulut anak-anak yang telah melakukan kontak langsung dengan orang dewasa yang terinfeksi mendapatkan hasil test negative, namun test pada fases menunjukan bahwa adanya virus tersebut. Anak-anak dapat mempertahankan virus lebih lama dari yang diperkirakan, hal tersebut menjadikan mereka carier atau kelompok pembawa yang dapat membahaya populasi rentan yang sering melakukan kontak langsung dengan anak-anak. WHO (2020) menyebutkan bahwa distribusi kasus positif covid berdasarkan umur 0-19 tahun cenderung stabil. Dari data diatas, kejadian kasus positif Covid-19 pada usia anak tidak sebanyak pada usia dewasa. Namun anak tetap dapat tertular dan menjadikan mereka kelompok pembawa jika tidak mematuhi protocol pencegahan Covid- 19. WHO merekomendasikan standar pencegahan penyebaran infeksi, antara lain mencuci tangan secara teratur menggunakan air mengalir dengan sabun atau menggunakan handrub jika tidak ditemukan air dan sabun, menutup hidung dan mulut ketika bersin dan batuk, memasak makanan hewani sampai benar-benar matang, dan hindari kontak dekat dengan seseorang yang menunjukan gejala penyakit pernapasan (WHO, 2020). Sedangkan Kemenkes RI