JPHPI 2014, Volume 17 Nomor 2 Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 144 Model Rantai Nilai Pengembangan Perikanan, Supriatna et al. MODEL RANTAI NILAI PENGEMBANGAN PERIKANAN TUNA, TONGKOL, DAN CAKALANG DI INDONESIA Value Chain Model Development of Tuna and Tuna Alike In Indonesia Ateng Supriatna*, Budi Hascaryo, Sugeng Hari Wisudo, Mulyono Baskoro, Victor PH Nikijuluw Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor. Telepon 024 7474698, Kode Pos 50275 *Korespondensi: atengsupriatna@gmail.com Diterima 15 April 2014/Disetujui 10 Agustus 2014 Abstrak Keberlanjutan kegiatan perikanan TTC sangat dipengaruhi oleh sistem rantai nilai yang dibangun oleh pelaku usaha TTC mulai dari menangkap ikan di laut, pengolahan/diversifkasi produk, distribusi produk, serta pemasarannya hingga produk TTC sampai ke tangan konsumen. Tujuan penelitian adalah menyusun model rantai nilai perikanan TTC untuk menduga pola interaksi pelaku usaha dan merumuskan strategi yang tepat untuk minimalisir hambatan sinergi pengembangan rantai nilai perikanan TTC. Penelitian ini menggunakan metode Structural Equation Modelling (SEM). Pelaku usaha umumnya berinteraksi secara positif (CE>0) pada rantai nilai perikanan TTC, hanya interaksi pengolah ikan dengan konsumen yang cenderung negatif. Dari semua interaksi tersebut, baru interaksi pedagang eceran dengan konsumen yang berdampak signifkan (p<0,05). Pola interaksi nelayan, pedagang eceran, pedagang besar/pengumpul, dan eksportir dipengaruhi secara signifkan oleh harga jual yang ditawarkan dan tingkat peran yang dimainkannya. Strategi minimalisir hambatan sinergi pengembangan rantai nilai perikanan TTC dengan dampak positif signifkan adalah strategi pelibatan kelompok nelayan dalam penentuan harga jual (CE = 1,176 dan P = 0,000), strategi pelibatan kelompok pedagang dalam penentuan harga jual (CE-PE = 1,08, CE-PB = 0,766, CE-EKS = 2,028, dan P = 0,000), dan strategi jaminan keleluasan interaksi pedagang eceran dengan konsumen (CE = 0,179 dan p = 0,01). Kata kunci: ikan TTC, interaksi, pelaku usaha, dan rantai nilai Abstract Sustainability of tuna and tuna alike fsheries depend on chain value system formed by stakeholders ranging from product fshing, processing/diversifcation, distribution, and marketing. Te objective of this research was to create chain value system model of tuna and tuna alike fsheries, to predict the interaction pattern of stakeholders and to formulate the precise strategy to minimize the synergy resistance of chain value system development strategy of tuna and tuna alike fsheries. Structural Equation Modelling (SEM) was applied to analyze the chain value model. Te stakeholders/the players of tuna and tuna alike fsheries basically have positive interaction (CE>0).Te negative interaction occured on retailers and consumers. Interaction of retailers with consumers is signifcant (p<0.05) 0.01. Interaction pattern of fshermen, retailers, collectors, and exporters afected signifcantlly by pricing and the level of role played by the stakeholders. Te strategy to minimize the sinergy resistance of chain value system development are respectivelly the strategy of involving the group of fshermen on products pricing (CE= 1,176 and P= 0,000), the strategy of involving the seller groups on products pricing (CE-PE=1,08, CE-PB= 0,766, CE EKS= 2,028 AND P= 0,000), and the strategy on guaranteeing fexible interaction between retailer and consumers (CE= 0,179 and p = 0,01). Keywords: tuna and tuna alike, interaction, tuna and tuna alike stakeholders, and value chain