Makarios | Vol. 1, No. 1 (Mei 2022) | 48-62 48 | Copyright© 2022 | Makarios | e-ISSN: 2829-9132 | p-ISSN: 2829-9124 Kontekstualisasi Misi Melalui Tradisi Tuan Dan Hamba di Sumba Timur Chresty Thessy Tupamahu 1) *, Arnita Laia 2) , Fanny Lista Hataa 3) , Gloria Brigita Karubuy 4) 1234) Institut Injil Indonesia Batu * chresttupamahu@gmail.com Abstrak Tuan dan hamba dalam masyarakat Sumba Timur merupakan suatu stratifikasi sosial, tuan disebut sebagai Maramba, sedangkan hamba disebut sebagai Ata. Kedua stratifikasi tersebut merupakan kasta yang sangat berbeda, kasta Maramba merupakan kasta yang dimiliki oleh kaum bangsawan yang mempunyai harta kekayaan yang banyak, sehingga kasta Ata merupakan kasta yang dimiliki oleh masyarakat miskin yang tidak mempunyai apa-apa dan harus bergantung kepada kaum Maramba, sehingga kehidupan kaum Ata sangat ditentukan oleh kaum Maramba. Persoalan stratifikasi kasta yang masih berlangsung hingga saat ini mendorong para penulis untuk melakukan penelitian ini guna memberikan pemahaman yang benar sesuai kebenaran Firman Tuhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dan wawancara. Tujuan penelitian ini untuk menyoroti tradisi tuan dan hamba sesuai kebenaran Firman Tuhan serta menjadikan tradisi tersebut sebagai sarana kontekstualisasi misi sehingga berita Injil dapat disampaikan bagi masyarakat Sumba Timur khususnya yang masih melaksanakan tradisi tuan dan hamba. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa tradisi tuan dan hamba dapat menjadi sarana kontekstualisasi misi melalui dua model, yaitu adaptasi dan prossesio. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tradisi tuan dan hamba sampai saat ini masih dilestarikan, dan ditemukan adanya konsep-konsep tertentu yang bertentangan dengan ajaran Firman Tuhan, oleh karena masyarakat yang melestarikan tradisi ini pun masih memeluk kepercayaan suku, maka upaya kontekstualisasi misi melalui tradisi tuan dan hamba diharapkan dapat berkontribusi untuk menolong para hamba Tuhan, khususnya para Penginjil dalam menyampaikan kabar keselamatan bagi masyarakat Sumba Timur, khususnya bagi mereka yang masih yang belum mendengar Injil. Kata kunci: Kontekstualisasi Misi, Tuan dan Hamba, Kasta Maramba, Kasta Ata Abstract Master and servant in East Sumba society is a social stratification, the master is called Maramba, while the servant is called Ata. The two stratifications are very different castes, the Maramba caste is a caste owned by the nobility who has a lot of wealth, so the Ata caste is a caste owned by the poor who have nothing and have to depend on the Maramba people, so that life the Ata are largely determined by the Maramba. The issue of caste stratification that is still ongoing today has prompted the writers to conduct this research in order to provide a correct understanding according to the truth of God's Word. The method used in this research is literature study and interviews. The purpose of this study is to highlight the master and servant tradition according to the truth of God's Word and make this tradition a means of contextualizing the mission so that the gospel message can be conveyed to the people of East Sumba, especially those who still carry out the master and servant tradition. Based on the results of the research, it was found that the master and servant tradition can be a means of contextualizing the mission through two models, namely adaptation and prossesio. The conclusion of this research is that the master and servant tradition is still being preserved, and certain concepts are Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol. 1, No. 1 (Mei 2022): 48-62 https://jurnal.i3batu.ac.id/makarios ISSN: 2829-9132 (Online) ISSN: 2829-9124 (Print) Diterima: 28 Maret 2022 Disetujui: 29 Maret 2022 Dipublikasi: 30 Mei 2022