ISSN: 2809-9850 (Online) JIIKPP (Jurnal Ilmiah Inovasi dan Komunikasi Pembangunan Pertanian) 2022: 1(3): 37 - 43 http://jiikpp.uho.ac.id/index.php/journal doi: http://dx.doi.org/ /inovap.vXiX. CONTACT Megafirmawanti Lasinta lasinta.mf@uho.ac.id Vol 1. No 3. Juli 2022 PESAN KOMUNIKASI DALAM MEMBANGUN PERILAKU RAMAH LINGKUNGAN (Studi Kasus pada Komunitas Pulo Geulis di Kota Bogor) Megafirmawanti Lasinta 1* , Yoenita Jayadisastra 1 , Hartina Batoa 1 , Awaluddin Hamzah 1 1 Jurusan Penyuluhan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara. Corresponding Authors: lasinta.mf@uho.ac.id To cite this article: Lasinta, M., Jayadisastra, Y., Batoa, H., & Hamzah, A. (2022). Pesan Komunikasi dalam Membangun Perilaku Ramah Lingkungan (Studi Kasus pada Komunitas Pulo Geulis di Kota Bogor). JIIKPP (Jurnal Ilmiah Inovasi dan Komunikasi Pembangunan Pertanian), 1(3): 37 - 43 . doi: http/dx.doi.org/ /Inovap.vXiX. Receivd: 26 April 2022; Accepted: 05 Juli 2022; Published: 30 Juli 2022 ABSTRACT Messages in a communication process can influence a person in making decisions, whether or not to perform certain behaviors. One of the important things to study is how the community treats their environment. This study aims to analyze how the use of message frames in building an environmentally friendly community and how the level of environmentally friendly behavior in the community. The location of this research is in a densely populated communities in the city of Bogor, namely Pulo Geulis which is located in the middle of the Ciliwung river. Data collection and analysis has been carried out since 2019 using a research instrument in the form of a questionnaire. The results showed that the types of message frames used in building environmentally friendly behavior were benefit messages, risk messages, and technical messages. The level of environmentally friendly behavior of Pulo Geulis residents is at the level of "environmentally friendly enough" at a percentage of 81%. Keywoards : Message Frames; Environmentally Friendly Behavior; Community; PENDAHULUAN Pembangunan lingkungan merupakan isu penting di Indonesia, terutama dalam kaitannya dengan aspek keberlanjutan (sustainability). Berbagai konsep pembangunan lingkungan telah dicetuskan para ahli, salah satunya adalah apa yang dijelaskan Cox dan Pezzullo (2016) bahwa cara seseorang berperilaku terhadap lingkungan ditentukan oleh bagaimana cara ia berkomunikasi tentang lingkungannya. Dalam penjelasannya, Cox dan Pezullo (2016) menguraikan bahwa salah satu komponen komunikasi yang dimaksud adalah pada bahasa atau pesan lingkungan yang digunakan. Artinya, pesan-pesan lingkungan yang sering digulirkan dalam suatu komunitas akan mempengaruhi bagaimana komunitas tersebut memperlakukan lingkungannya. Hal ini menurut Cox (2010) akan membentuk persepsi individu tentang lingkungannya. Persepsi positif diharapkan dapat membentuk perilaku lingkungan yang juga positif. Konsep lainnya adalah dari Jurin et al . (2010) yang menyatakan bahwa pembangunan lingkungan bukanlah tanggungjawab satu pihak. Melainkan merupakan tanggungjawab dari para akademisi, pemerintah, pelaku bisnis, organisasi swasta, praktisi media, dan yang paling penting adalah warga komunitas sebagai pelaku utamanya. Komunitas menurut Lyon dan Driskell (2012) adalah kumpulan orang pada suatu area yang spesifik, saling memiliki ikatan, dan saling berinteraksi satu dengan lainnya. Burstein dan Black (2014) menambahkan bahwa penentu suatu ide atau perilaku dapat tersebar secara baik adalah pada warga komunitasnya. Salah satu komunitas padat penduduk di Kota Bogor adalah Komunitas Pulo Geulis. Komunitas ini bermukim pada sebuah delta di tengah sungai Ciliwung yang melintasi Kota Bogor. Letak geografis Pulo Geulis yang strategis serta karakteristik masyarakat yang beragam menjadikan Pulo Geulis memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan, khususnya dari sektor pariwisata. Cahya dan Juanda pada tahun 2012 pernah menganalisis kondisi pemanfaatan lahan dan situasi sosial di Pulo Geulis. Analisis mereka menyebutkan bahwa karakteristik masyarakat Pulo Geulis yang berpenghasilan rendah dan tingkat pendidikan yang juga rendah berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan pemukiman. Semakin berkembangnya pemukiman di bantaran Sungai Ciliwung memberikan kontribusi besar dalam menurunkan kualitas air Sungai Ciliwung. Salah satu yang mempengaruhi kualitas lingkungan di Pulo