Prosiding Psikologi http://dx.doi.org/10.29313/.v6i2.24478 877 Pengaruh Basic Need Satisfaction terhadap Work Engagement pada Karyawan Bidang Finished Product & Distribution Renno Pandu Abdinegara, Hendro Prakoso, Vici Sofiana Putra Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung Jl. Tamansari No.1 Bandung 40116, Indonesia renno2114@gmail.com, rimata.du@gmail.com, vici.putera@gmail.com Abstract— Research about basic need satisfaction on work engagement has only been found in interns and academic staff so that there is a gap in information about the effect of basic need satisfaction on work engagement in other areas of work. The purpose of this research is to find out the effect of basic need satisfaction on work engagement among employees of finished product & distribution section of PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk., Cilegon. The method used in this research is quantitative descriptive with a population of 28 employees of finished product & distribution section of PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk. Data analysis has been done using multiple regression method. The measuring instruments used are basic need satisfaction measuring instruments from Van den Broeck et al., as well as work engagement measuring instruments from Schaufeli & Bakker. The result showed that 96% employees had a high level of basic need satisfaction and 96% employess had a high level of work engagement. The results of the research obtained the results of R square: 0.722, so it can be concluded that basic need satisfaction has a positive influence on work engagement. Keywords— Basic Need Satisfaction, Work Engagement, Finished Product & Distribution, PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk. Abstrak— Penelitian mengenai basic need satisfaction terhadap work engagement baru ditemukan pada intern dan staff akademik sehingga adanya kekosongan informasi mengenai pengaruh basic need satisfaction terhadap work engagement pada bidang pekerjaan lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh basic need satisfaction terhadap work engagement pada karyawan bagian finished product & distribution PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk., Cilegon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan populasi berjumlah 28 karyawan bagian finished product & distribution PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk. Analisis data telah dilakukan dengan memakai metode regresi berganda. Alat ukur yang digunakan adalah alat ukur basic need satisfaction dari Van den Broeck et al., serta alat ukur work engagement dari Schaufeli & Bakker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 96% karyawan memiliki tingkat basic need satisfaction yang tinggi dan 96% karyawan memiliki tingkat work engagement yang tinggi. Hasil penelitian mendapatkan hasil R square: 0.722, maka dapat disimpulkan bahwa basic need satisfaction memiliki pengaruh positif terhadap work engagement. Kata Kunci— Basic Need Satisfaction, Work Engagement, Finished Product & Distribution, PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk. PENDAHULUAN Saat ini work engagement menjadi fokus utama dalam beberapa penelitian, hal ini dikarenakan orang atau karyawan yang work engagement memiliki pengaruh yang besar terhadap perusahaan (Bakker, 2018). Karyawan yang memiliki tingkat work engagement tinggi akan bekerja dengan semangat dan merasakan hubungan yang mendalam dengan perusahaan, dalam bekerja mereka mendorong inovasi dan juga mendorong kemajuan organisasi (Bakker, 2018). Work engagement adalah suatu pengalaman emosi positif yang terpenuhi ketika bekerja yang ditandai dengan adanya vigor, dedication, dan absorption (Schaufeli, Salanova dan Bakker, 2002). Vigor adalah tingkat energi dan ketahanan mental yang tinggi dalam bekerja, adanya kemauan untuk mengeluarkan usaha dalam bekerja dan gigih ketika menghadapi kesulitan. Dedication adalah kemampuan untuk terlibat dalam pekerjaan ditandai dengan rasa antusias,inspirasi, rasa bangga dan tertantang dalam bekerja. Absoption adalah suatu keadaan dimana dalam bekerja berkonsentrasi dengan penuh hingga terlarut oleh pekerjaannya sehingga waktu terasa begitu cepat berlalu sehingga terasa sulit untuk melepaskan diri dengan pekerjaanya. Salah satu variabel yang dapat mempengaruhi work engagement adalah basic need satisfaction yang dijelaskan dalam self determination theory (Bakker, 2018). Self determination theory memusatkan perhatian pada kondisi sosial itu memfasilitasi atau menghambat pertumbuhan individu. Self determination theory menjelaskan mengenai bagaimana faktor biologis, sosial, dan kondisi budaya dapat meningkatkan atau merusak kapasitas manusia untuk psychological growth, engagement dan wellness. Self determination theory meneliti faktor-faktor, intrinsik untuk pengembangan individu dalam konteks sosial, yang memfasilitasi vitalitas, motivasi, integrasi sosial dan well- being serta faktor-faktor yang berkontribusi pada perilaku antisosial, dan ketidakbahagiaan (Deci dan Ryan, 2017). Basic need satisfaction dianggap mewakili mekanisme motivasi yang memberi energi dan mengarahkan perilaku