Informatika Mulawarman : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Vol. 15 No. 2 September 2020 90 e-ISSN 2597-4963 dan p-ISSN 1858-4853 DOI: http://dx.doi.org/10.30872/jim.v15i2.3746 Kombinasi dan Modifikasi Vigenere Cipher dan Hill Cipher Menggunakan Metode Hybrid Kode Pos, Trigonometri, dan Konversi Suhu Sebagai Pengamanan Pesan Celine Aloyshima Haris 1) , Dony Ariyus 2) Magister Teknik Informatika, Universitas AMIKOM Yogyakarta Jalan Ring Road Utara, Condong Catur, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta E-Mail : celine.haris@students.amikom.ac.id 1) ; dony.a@amikom.ac.id 2) ABSTRAK Seiring perkembangan teknologi yang lebih modern, internet dan jaringan komunikasi juga berkembang pesat. Dalam berkomunikasi kita saling bertukar pesan. Tetapi pesan tersebut harus bisa terjaga kerahasiaan dan keamanan datanya hingga sampai ke penerima pesan. Untuk menjaga pesan tersebut dapat terkirim dengan aman adalah menggunakan teknik kriptografi sebagai pengamanan pesan. Salah satu teknik kriptografi yang digunakan adalah kriptografi klasik dengan menggunakan kombinasi dan modifikasi vigenere cipher dan hill cipher untuk menyulitkan kriptanalis untuk memecahkan pesan asli. Semakin banyak proses yang diperlukan dan semakin panjang waktu yang dibutuhkan untuk memecahkan pesan yang telah di enkripsi tersebut artinya semakin aman digunakan untuk merahasiakan pesan. Agar semakin sulit memecahkannya maka menggunakan metode hybrid antara kode pos, trigonometri, dan konversi suhu yang diimplementasikan dalam bahasa pemrograman Java. Kata Kunci Kriptografi, Pesan, Vigenere Cipher, Hill Cipher, Kode Pos, Trigonometri, Konversi Suhu, Java 1. PENDAHULUAN Zaman dahulu manusia saling berkomunikasi dengan pertukaran pesan secara tradisional. Seiring perkembangan kemajuan zaman, manusia berkomunikasi menggukan media digital. Penggunaan media digital ini mulai marak digunakan masyarakat pada era Revolusi Industri 4.0 yang mengintegraskan teknologi cyber dan teknologi otomatisasi.Hal tersebut juga memberikan dampak kepada keamanan informasi saat pertukaran pesan. Kerahasian dari pesan tersebut harus benar-benar terjaga jangan sampai ada pihak yang menyalahgunakannya. Maka dari itu perlunya upaya untuk mengamankan informasi tersebut, salah satunya dengan memanfaatkan bidang ilmu kriptografi. Kriptografi merupakan cara menyembunyikan pesan dan bagaimana agar orang lain tidak mengetahui isi pesan tersebut (Ariyus, 2008). Terdapat 2 jenis algoritma dalam kriptografi, yaitu algoritma kriptografi klasik dan modern. Agloritma kriptografi klasik ini adalah yang melatarbelakangi terbentuknya berbagai macam algoritma kriptografi modern. Contoh dari algoritma kriptografi klasik seperti Caesar Cipher, Vigenere Cipher, Hill Cipher, dan Playfair Cipher. Sedangkan contoh dari algoritma kriptografi modern seperti MD5, RC4, AES, ElGamal, dan lain sebagainya. Terdapat beberapa penelitian sebelumnya yang menggunakan kriptografi klasik diantaranya penelitian (U.W.M, Susanto, Rachmawanto, & Setiadi, 2018) yang mengkombinasikan shift cipher dan vigenere cipher. Penelitian (Hasugian, 2013) yang yang mengimplementasikan algoritma hill cipher. Penelitian (Yunita, Hasan, & Ariyus, 2019) yang memodifikasi algoritma hill cipher dan twofish menggunakan kode wilayah telepon. Berdasarkan pemaparan diatas, maka kriptografi tidak hanya menyembunyikan pesan, tetapi juga pemecahan masalah dalam keamanan informasi. Maka dari ini tujuan penelitian ini adalah memodifikasi algoritma untuk menyulitkan pemecahan pesan guna mengamankan pesan dengan vigener cipher dan hill cipher menggunakan metode hybrid kode pos, trigonometri, dan konversi suhu 2. TINJAUAN PUSAKA A. Kriptografi Kriptografi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dalam 2 kata, yaitu “krytos” dam “graphia. Arti “kryptos” adalah sesuatu yang disembunyikan, tidak dikenal, rahasia, dan misterius. Sedangkan arti grphia” adalah tulisan. Jadi kriptografi adalah tulisan yang disembunyikan atau tulisan rahasia. Terdapat beberapa komponen dalam kriptografi (Ariyus, 2008) seperti seperti enkripsi, dekripsi, kunci, ciphertext, plaintext, pesan, dan kriptanalis. Enkripsi merupakan cara untuk merahasiakan dan mengamankan data dengan mengubah teks biasa ke bentuk teks kode dengan menggunakan algoritma yang dapat mengkodekan. Dekripsi merupakan kebalikan dari enkripsi, cara untuk mengembalikan pesan yang telah dienkripsi menjadi bentuk asalnya. Kunci dipergunakan untuk memecahkan enkripsi dan dekripsi, terdapat kunci rahasia dan kunci umum. Ciphertext merupakan pesan yang telah melalui proses enkripsi, dan teks tersebut tidak memiliki makna. Plaintext merupakan pesan asli yang memiliki makna, pesan asli inilah yang proses menggunakan algoritma kriptografi untuk diproses menjadi ciphertext. Pesan merupakan data atau informasi yang ada dalam proses berkomunikasi. Kriptanalis adalah ilmu untuk menganalisis kode, dengan berusaha mendapatkan pesan asli tanpa harus diketahui kuncinya. Dalam kriptografi mengubah pesan asli yaitu plaintext menjadi pesan berkode yaitu ciphertext