Jamb.J.Chem.,2021, Volume 3 (1), 27-36 p-ISSN: 2656-3665, e-ISSN:2656-6834 *Corresponding author: netty.ischak@ung.ac.id 27 Ekstraksi dan Karakterisasi Selulosa dari Limbah Kulit Kacang Tanah (Arachys hypogaea L.) Sebagai Adsorben Ion Logam Besi Netty Ino Ischak 1* , Dwi Fazriani 1 , Deasy N. Botutihe 1 1 Program Studi kimia, Universitas Negeri Gorontalo, Jl. Prof. Dr. Ing. BJ. Habibie, Bone Bolango, Gorontalo ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik selulosa dari limbah kulit kacang tanah yang meliputi kadar air, kadar abu, dan kadar selulosa serta mengetahui berapa daya adsorpsi optimum kulit kacang tanah terhadap ion logam besi berdasarkan variasi massa, pH, dan waktu kontak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kulit kacang tanah. Tahap pembuatan selulosa dari kulit kacang tanah terdiri dari tahap dewaxing, delignifikasi dan bleaching. Karakterisasi selulosa menggunakan Instrument Fourier Transform Infrared (FTIR). Aplikasi selulosa digunakan sebagai adsorben logam besi dengan menggunakan Atomic Absorption Spektrofotometri (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa selulosa yang diperoleh memiliki kadar abu sebesar 5,01%, kadar air 2,7%, kadar selulosa 59,58%. Hasil optimum untuk variasi massa adalah 1 gram dengan konsentrasi besi yang teradsorpsi adalah 0,7467 mg/L, untuk hasil optimum pada variasi pH adalah pH 5 dengan konsentrasi besi yang teradsorpsi adalah 0,8502 mg/L, dan untuk variasi waktu kontak paling optimum adalah 90 menit dengan konsentrasi besi yang teradsorpsi adalah 0,5386 mg/L. Kata Kunci : Arachys hpogaea L. ;Adsorpsi; Selulosa ABSTRACT This study aims to determine the characteristics of cellulose from peanut shell waste which includes water content test, ash content test, and cellulose content test and to find out the optimum adsorption power of peanut waste based on variations in mass, pH, and contact time. The research method used is qualitative and quantitative methods. The sample used in this study was peanut shells. The stage of making cellulose from peanut skins consists of the stages of dewaxing, delignification and bleaching. Cellulose characterization using Fourier Transform Infrared (FTIR) Instrument. Cellulose application is used as an adsorbent of ferrous metals using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). The results showed that the obtained cellulose had ash content of 5.01%, water content of 2.7%, cellulose content of 59.58%. The optimum result for mass variation is 1 gram with the adsorbed iron concentration of 0.7467 mg / L, for optimum results the pH variation is pH 5 with the adsorbed iron concentration of 0.8502 mg / L, and for the optimum variation of contact time is 90 minutes with the adsorbed iron concentration of 0.5386 mg / L. Keywords: Cellulos;, Arachys hpogaea L.; Adsorption RECEIVED 19-01-2021 ACCEPTED 26-04-2021 ONLINE 21-05-2021 PENDAHULUAN Besi adalah salah satu elemen kimiawi yang dapat ditemui pada hampir setiap tempat- tempat di bumi, pada semua lapisan geologis dan semua badan air. Keberadaan besi pada air minum maksimum 0,3 mg/L (Menteri Kesehatan Republik Indonesia, 2010) sedangkan kadar besi untuk air bersih adalah 1 mg/L. Kadar besi yang telah melebihi angka tersebut dan digunakan secara terus-menerus akan berdampak buruk bagi kesehatan dan kehidupan biota yang berada di perairan. Mengingat bahaya yang ditimbulkan dari logam besi sehingga banyak metode yang telah diciptakan untuk menurunkan kadar logam besi dalam air, seperti adsorpsi. Metode adsorpsi adalah salah satu metode yang banyak digunakan karena efektif dalam pengolahan air, murah dan bahannya sangat berlimpah. Dewasa ini diciptakan adsorben yang terbuat dari bahan organik yaitu dari tumbuh-tumbuhan limbah pertanian, perkebunan, dan industri makanan. Biodsorben yang banyak digunakan adalah adsorben yang mengandung polimer alam salah satunya adalah selulosa. Bahan alam yang bisa digunakan sebagai adsorben adalah selulosa yang sumbernya dapat berasal dari kulit kacang tanah. Penelitian