291 Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian MODEL PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS (K-13) BERBASIS KARAKTER DAN BERWAWASAN BUDAYA LOKAL DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Nuri Ati Ningsih 1 , Lulus Irawati 2 , Dahlia Novarianing Asri 3 1,2,3 FKIP Universitas PGRI Madiun Email : 1 nuri_basir@yahoo.com 2 lulusirawati@gmail.com 3 novarianing@yahoo.com Abstrak Prototipe model pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Karakter dan Budaya Lokal yang sudah dirancang diuji efektifitasnya melalui ujicoba terbatas. Hasil ujicoba terbatas menunjukkan bahwa sebelum diberlakukan model tersebut nilai rata-rata pre test siswa adalah 68,80 dan ada treatmen nilai rata rata yang didapat siswa melalui post test adalah 72,66, kemudian nilai t hitung – 11,106 lebih kecil dari t tabel. Nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel bebas dalam hal ini adalah model pembelajaran berbasis karakter dan budaya lokal berpengaruh negatif terhadap variabel ikat. Hal ini bisa dikarenakan distribusi data yang tidak konsisten. Namun ditinjau dari derajat signifikan yang didapat 0,000 < 0,050 maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran ini cukup efektif untuk pengajaran Bahasa Inggris dikelas. Kata Kunci: PENDAHULUAN Penelitian ini memfokuskan pada proses pengajaran Bahasa Inggris di kelas. Mengajar Bahasa Inggris tentunya memiliki tantangan tersendiri dan lebih berat lagi. Perbedaan budaya merupakan jurang besar yang harus mampu disiasati guru karena tidak dapat dipungkiri lagi bahwa mengajar bahasa otomatis juga akan mengajarkan budaya. Ini sangat bertentangan dengan usaha nyata yang dilakukan untuk membangun karakter bangsa. Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku manusia yang menjadi ciri khas untuk hidup bekerjasama dalam keluarga, masyarakat dan bangsa. Ditinjau dari definisi ini maka karakter merupakan bagian dari budaya. Sedangkan pada prinsipnya manusia dan budaya adalah saling berkaitan. Manusia dengan kemampuan akalnya akan membentuk budaya sedangkan budaya dengan nilai-nilai yang dimilikinya akan menjadi landasan moral dalam kehidupan manusia. Budaya lokal harus dijadikan sebagai landasan dalam proses belajar supaya budaya lokal tidak luntur karena adanya pengetahuan baru dalam hal ini adalah Bhs Inggris. Menurut Padmawati dkk (2009 : 1) bahwa muatan pembelajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing menjadi lebih bermakna jika dihubungkan dengan latar belakang sosial ekonomi kultur peserta didik. Lebih lanjut, dalam proses pembelajaran tersebut, budaya penutur asli dapat dijadikan sebagai teks input untuk mengeksplorasi dan mengelaborasi budaya lokal yang berisi nilai-nilai kearifan lokal. Langkah guru dalam mengangkat budaya lokal pada proses pembelajaran bahasa Inggris merupakan tindakan nyata yang harus dilakukan dalam usaha pencapaian kompetensi inti yang secara umum merupakan bagian dari pendidikan karakter. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penelitian ini