JHECDs, 2 (1), 2016, hal. 14-18 14 Dampak penggunaan insektisida dalam rumah tangga terhadap keberadaan larva/pupa aedes aegypti di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Impact of insecticides use in the household to the presence of larvae/pupae of aedes aegypti in Kotawaringin Timur, Central Kalimantan Gusti Meliyanie 1 *, Robby Indra Wahyudi 2 , Dicky Andiarsa 1 1 Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu, Kementerian Kesehatan RI. Jln. Loka Litbang Kawasan Perkantoran Pemda Tanah Bumbu, Gunung Tinggi Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. 2 Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah *Korespondensi: gmeliyanie@gmail.com DOI : 10.22435/jhecds.v2i1.5934.14-18 Tanggal masuk 11 Maret 2016, Revisi pertama 30 Maret 2016, Revisi terakhir 19 Juni 2016, Diterima 28 Juni 2016, Terbit daring 9 Januari 2017 Abstract. District of Kotawaringin Timur, Central Kalimantan Province remain have problem with Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), in fact the highest case of DHF in Central Kalimantan Province was on the district. Insecticide usage behavior on household became one of the trigger of mosquito resistance. The study aimed to define the impact of the frequency and adjustment of insecticide usage on household. Study conducted on top three highest of DHF case of local health service. Sampling did in households consecutively until 100 houses for local health service coverageeach. Data gathered such as insecticide usage on household interview, and inspection for existence of Aedes larva/pupae in the household’s container. Result showed that free larval indices were low, high frequent prolonged insecticide usage, more than one insecticide usage also found in households. The rotation of insecticide usage gave significant impact toward existence of Aedes larva/pupae in household. Advance study recommended as operational research or quasi experimental study to define actual effect and impact from insecticide regular rotation toward Aedes larva/pupae existence in the environment. The study also gave preliminary information to stake holder as education material about the importance of insecticide rotation in community. Keywords: Insecticide usage, policy, resistance, rotation, education. Abstrak. Kabupaten Kotawaringin Timur masih bermasalah dengan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) bahkan menjadi kabupaten tertinggi dengan kasus DBD di Provinsi Kalimantan Tengah. Perilaku menggunakan insektisida rumah tangga menjadi salah satu faktor penting terpicunya resistensi pada nyamuk. Penelitian bertujuan melihat dampak dari frekuensi dan pengaturan penggunaan insektisida pada rumah tangga. Penelitian dilaksanakan di tiga Puskesmas terpilih karena besarnya kasus di wilayah kerja puskesmas. Pengambilan sampel dilakukan berurutan hingga 100 rumah setiap puskesmas. Data yang dihimpun berupa data wawancara seputar penggunaan insektisida rumah tangga (obat nyamuk) dan pemeriksaan keberadaan larva/pupa Aedes aegypti di tempat penampungan air rumah tangga. Hasil menunjukkan Angka Bebas Jentik (ABJ) lingkungan yang diperiksa rendah, tingkat penggunaan insektisida cukup tinggi dengan jangka waktu lama, juga ditemukan penggunaan lebih dari satu jenis insektisida secara bersama. Pengaturan penggunaan (rotasi) insektisida memberikan dampak ketidakberadaan larva/pupa Aedes pada rumah tangga. Penelitian merekomendasikan untuk melakukan penelitian lanjutan berupa riset operasional maupun kuasi eksperimental untuk mengetahui efek sebenarnya dan dampak lanjutan dari rotasi insektisida secara berkala terhadap keberadaan nyamuk Aedes aegypti di suatu lingkungan. Penelitian ini juga memberikan informasi awal bagi stakeholder sebagai bahan edukasi tentang pentingnya rotasi insektisida secara berkala di lingkungan masyarakat. Kata kunci: Penggunaan insektisida, kebijakan, resistensi, rotasi, edukasi. DOI : 10.22435/jhecds.v2i1.5934.14-18 Cara sitasi : Meliyanie G, Wahyudi RI, Andiarsa D. Dampak penggunaan insektisida dalam rumah tangga terhadap keberadaan larva/pupa Aedes aegypti di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. J.Health.Epidemiol.Commun.Dis. 2016;2(1): 14-18. (How to cite)