Elastisitas – Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 3 No. 2, September 2021 M. Firmansyah, dkk 156 Esensi Perbedaan Metode Kualitatif Dan Kuantitatif M. Firmansyah *1 ,Masrun 2 , I Dewa Ketut Yudha S 3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram *Corresponding Email: firmansyah.feb@unram.ac.id Email: 2 masrun.feunram@yahoo.com, 3 Dewayudha2016@gmail.com Info Artikel ABSTRAK Kata Kunci: pendekatan kuantitatif, pendekatan kualitatif, penomoran dan intepretif Penelitian kualitatif saat ini telah mendapat tempat dalam kajian- kajian ilmiah di lingkup fakultas ekonomi dan bisnis. Telah banyak tugas akhir mahasiswa berupa skripsi, tesis dan disertasi yang menggunakan metode penelitian kualitatif. Namun dalam pelaksanaannya perbedaan antara kuantitatif dan kualitatif masih samar-samar di kalangan mahasiswa dan juga dosen yang terbiasa dengan metode kuantitatif. Sehingga masih dibutuhkan penjelasan perbedaan kedua metode tersebut. Artikel ini menjelaskan esensi perbedaan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Artikel ini menggunakan analisis kepustakaan. 1. PENDAHULUAN Di awal abad ke-20 beberapa filosof dan peneliti menyuarakan untuk melihat kembali metode penelitian yang selama ini mewarnai kajian ilmiah. Mereka mengkritik cara pandang, pendekatan riset berhaluan positivis (baca: kuantitatif) yang selama ini digunakan. Pendekatan positivis dianggap belum melayani pengetahuan dengan baik (Baden dan Major, 2010: 1). Walau-pun ditemukan beberapa keterbatasan, orientasi kuantitatif masih lebih sering diberi rasa hormat. Masyarakat umum menganggap ilmu penomoran lebih disukai (Berg, 2001: 2) dari memaknai (meaning) dan menggali fenomena mendalam. Ilmu ekonomi misalnya oleh sebagian kalangan lebih dianggap sebagai tecnical dicipline dari pada social dicipline, karena cenderung matematis dengan berbagai teknis perhitungan rumit. Padahal, ekonomi merupakan bagian dari kompleksitas fenomena sosial, yang oleh Chamlee- Wright (2010) samakan dengan puzzle beribu teka-teki. Alternatif yang diambil guna memenuhi keinginan menjawab kompleksitas fenomena itu, riset bidang ekonomi dan bisnis di beberapa perguruan tinggi mulai mencoba memperkenalkan metode pemaknaan mendalam (indept research) atau kualitatif. Di Indonesia, beberapa perguruan tinggi ternama banyak menghasilkan studi kualitatif sebagai tugas akhir mahasiswa ekonomi dan bisnis, khususnya jenjang S-2 dan S- 3. Mahasiswa semakin variatif memilih paradigma meneliti, tidak lagi terpaku hanya dengan pendekatan kuantitatif. Vol 3. No. 2, September 2021