PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN Halaman 171-191 Feby Manuhutu dkk 171 | JUIPERDO PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN OLEH PERAWAT PELAKSANA SETELAH DILAKUKAN PELATIHAN SUPERVISI KEPALA RUANG DI RUMAH SAKIT X, KOTA AMBON [DOCUMENTATION OF NURSING CARE BY NURSES AFTER SUPERVISION TRAINING FOR HEAD NURSES ET X HOSPITAL AMBON CITY] Feby Manuhutu 1 , Regina VT. Novita 2 , Sudibyo Supardi 3 Program Pasca Sarjana STIK Sint Carolus Jakarta 1,2 Badan Litbangkes Kemenkes RI 3 e-mail : feby.manuhutu191212@gmail.com DOI : 10.47718/jpd.v8i01.1150 ABSTRAK Latar Belakang: Rumah sakit sebagai pemberi jasa layanan kesehatan dituntut untuk memberikan layanan yang berkualitas. Pelayanan yang berkualitas dapat diwujudkan melalui dokumentasi berupa catatan perawatan klien. Dokumentasi asuhan keperawatan harus dilakukan dengan baik untuk memastikan keamanan dan kualitas pelayanan kesehatan. proses asuhan keperawatan telah dilakukan dengan baik oleh perawat pelaksana, tetapi untuk proses dokumentasi masih sangat kurang. Kelengkapan dokumentasi pada proses asuhan keperawatan kurang dari 50%. Supervisi kepala ruang sebagai first line manager di RS X Kota Ambon pada pendokumentasian asuhan keperawatan tidak optimal karena belum adanya pelatihan. Tujuan: untuk mengetahui dokumentasi asuhan keperawatan oleh perawat pelaksana setelah pelatihan supervisi kepala ruang di Rumah Sakit X Kota Ambon. Metode: Metode penelitian pra-eksperimental one group pre- test post-test design. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 responden. Hasil: Hasil Penelitian menunjukkan pelatihan supervisi kepala ruang, dan pendampingan implementasi supervisi selama 1 minggu dapat meningkatkan skor pendokumentasian asuhan keperawatan (pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi) secara bermakna (p < 0.050). Tidak ada hubungan antara antara umur (p=1.926), Jenis kelamin (p=0.943), Pendidikan (p=0.173), dan lama kerja (p=0.195) dengan pendokumentasian asuhan keperawatan setelah pelatihan supervise kepala ruang di Rumah Sakit X Kota Ambon. Kesimpulan dan Saran: Rentang usia perawat 20-40 tahun (77.5%), jenis kelamin perempuan (82,5%), pendidikan D3/S1 Keperawatan (82,5%) dan lama kerja lebih dari 6 tahun (65%). Skor pendokumentasian meningkat secara bermakna (p < 0.050) setelah dilakukan pelatihan supervisi kepala ruang, dan pendampingan implementasi