159 AFRE Accounting and Financial Review, 3(2): 159-164, 2020 http://jurnal.unmer.ac.id/index.php/afre Fair Value Non-Current Asset, Koneksi Politik dan Audit Fee Yeni Anggriani, Helmi Yazid, dan Muhamad Taqi Program Studi Magister Akuntansi, Pascasarjana, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang Jl. Raya Jakarta KM. 4 Pakupatan Serang, 42122, Indonesia Info Artikel Abtract Sejarah Artikel: Diterima: 8 Juni 2018 Disetujui: 29 Juni 2018 Tersedia daring: Juli 2018 This study aims to determine the effect of fair value non-current asset on the determination of audit fee and to know moderating effect of political connection between fair value non - current asset and audit fee in financial companies listed in Indonesia Stock Exchange. The method of research analysis used in this research is descriptive method. Population in this research is financial companies listed in Indonesia Stock Exchange with sample of 25 companies by using purposive sampling method in period 2016-2018. The data used is secondary data collected by documentation technique. In analyzing the data, this study used a test tool of ordinary least square (OLS) analysis and moderation regression analysis (MRA). The result of this research indicates that fair value non-current asset influence audit fee and this research show that the political connection can’t moderate of fair value non-current asset toward audit fee. Keywords: Audit Fee; Fair Value Non- Current Asset; and Political Conection. Citation: Yeni, A., Yazid, H., and Taqi, M. (2020). Fair Value Non-Current Asset Dan Koneksi Politik Terhadap Audit Fee. AFRE Accounting and Financial Review. 3 (2): 158-163 Abstraks Kata Kunci: Biaya Audit; Fair Value Non- Current Asset; dan Koneksi Politik Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fair value non-current asset terhadap fee audit dan untuk mengetahui moderasi koneksi politik dalam pengaruh antara fair value non-current asset dan fee audit pada perusahaan sektor keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Metode analisis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan sampel sebanyak 25 perusahaan dengan menggunakan metode purposive sampling pada periode 2016–2018. Data yang digunakan adalah data sekunder yang dikumpulkan dengan teknik dokumentasi. Dalam menganalisis data, penelitian ini menggunakan alat uji berupa analisis regresi linier berganda serta analisis regresi moderasi (MRA). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa fair value non-current asset berpengaruh positif terhadap fee audit dan penelitian ini menunjukkan bahwa koneksi politik tidak dapat memoderasi hubungan antara fair value non-current asset terhadap fee audit. ISSN (print): 2598-7763 ISSN (online): 2598-7771 Corresponding Author: Muhamad Taqi: Tel. /Fax. +62 877-7101-1961 E-mail: muhamad.taqi@untirta.ac.id JEL Classification: G34, M42 DOI: https://doi.org/10.26905/afr.v3i2.4708 1. PENDAHULUAN Dalam hubungan keagenan prinsipal memberikan kewenangan kepada agen untuk mengelola perusahaan demi kepentingannya. Namun, Jensen & Meckling (1976) menga-sum- sikan prinsipal dan agen cenderung memaksi- mumkan kesejahteraannya masing-masing se- hingga ada kemungkinan jika agen tidak selalu bertindak demi kepentingan terbaik prinsipal. Hal ini menyebabkan terjadinya konflik kepent- ingan antara agen dan prinsipal. Untuk meminimalkan konflik perbedaan kepentingan dan asimetri informasi, perusahaan membutuhkan pihak lain yang bersifat indepen- den sebagai mediator antara pemegang saham