JURNAL EKONOMI Volume 21, Nomor 1 Maret 2013 1 ANALISIS JALUR TRANSMISI BI RATE TERHADAP NILAI TUKAR RUPIAH DI INDONESIA Nafisah Al Ali Daulay, Anthony Mayes dan Yusni Maulida Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi Universitas Riau Kampus Bina Widya Km 12,5 Simpang Baru - Pekanbaru 28293 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui time lag (tenggang waktu) yang dibutuhkan variabel-variabel moneter dalam jalur nilai tukar hingga terwujudnya sasaran antara yaitu nilai tukar serta besarnya kontribusi masing-masing variabel terhadap fluktuasi nilai tukar. Variabel dalam penelitian ini adalah nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, Net Foreign Assets (NFA) dan perbedaan suku bunga dalam dan luar negeri. Model anaslisis data yang digunakan adalah Vector Aautoregresive (VAR), dengan data bulanan dari 2005:1 sampai dengan 2010:12. Dari hasil penelitian diketahui bahwa variable NFA membutuhkan time lag (tenggang waktu) lima bulan untuk merespon perubahan perbedaan suku bunga dalam dan luar negeri, kemudian nilai tukar membutuhkan time lag satu bulan untuk merespon NFA. Jadi time lag yang dibutuhkan variabel-variabel moneter dalam jalur nilai tukar hingga terwujudnya sasaran akhir adalah enam bulan. Kontribusi NFA dalam mempengaruhifluktuasi nilai tukar sebesar 11.94%, kemudian kontribusi perbedaan suku bunga dalam dan luar negeri hanya 0.43%, dan yang paling besar adalah kontribusi nilai tukar it sendiri yaitu sebesar 87.63%. Kata kunci : kebijakan moneter, perbedaan suku bunga dalam dan luar negeri, net foreign assets (NFA), kurs, dan vector autoregressive (VAR). PENDAHULUAN Perubahan sistem nilai tukar yang diterapkan oleh suatu negara menjadi bahasan yang makin pro dan kontra (controversial) setelah krisis Asia 1997-1998 terjadi, khususnya bagi negara-negara berkembang. Pihak yang pro terhadap sistem nilai tukar mengambang (flexible exchange rate) melihat terdapat pengaruh negatif jika menerapkan sistem nilai tukar tetap (fixed exchange rate) seperti mendorong terjadinya spekulasi (capital inflow), investasi yang berlebihan (overinvestment), dan lainnya.