Jurnal Pendidikan Sains Indonesia (Indonesian Journal of Science Education) Vol.5, No.2, hlm. 80-85, 2017 http://jurnal.unsyiah.ac.id/jpsi DOI: 10.24815/jpsi.v5i2.9821 pISSN: 2338-4379 eISSN: 2615-840X 80 |JPSI-Vol.05, No.02, hlm. 80-85, 2017 Respon Peserta Didik Terhadap Pengembangan Media Audio-Visual Syarifah Raisa 1 , Adlim 2 , Rini Safitri 3 1 Mahasiswa Program StudiPendidikan IPA PPs UniversitasSyiah KualaBanda Aceh 23111 2 Program StudiPendidikan Kimia FKIPUniversitasSyiah Kuala Banda Aceh 23111 3 Program StudiFisika FMIPA UniversitasSyiah Kuala Banda Aceh 23111 *E-mail: rere.raisa.syarifah@gmail.com Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon peserta didik di SMP terhadap pengembangan media audio-visual. Research and Development menggunakan model pengembangan ADDIE. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SMP di Banda Aceh yang dipilih secara cluster random sampling, dan diperoleh sampel peserta didik kelas IX sebanyak 71 orang dari SMPN 2, 6 dan 8. Data dikumpulkan dengan memberikan angket respon peserta didik yang sudah divalidasi sebelumnya. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh persentase respon peserta didik SMP Negeri 2, 6, dan 8 berturut-turutadalah 77, 78 dan 86 denganresponkeseluruhansebesar 81%. Hal ini memberikan kesimpulan bahwa media tersebut sangat layak digunakan dalam pembelajaran yang ditandai dengan sangat baiknya tanggapan peserta didik terhadap media audio-visual yang dikembangkan. Kata kunci: media audio-visual, respon Abstract. This study aims to determine the response of students in junior high school toward development of audio-visual media. Research and Development used the ADDIE development model. The population in this study were all junior high school in Banda Aceh that selected by cluster random sampling, and the sample of students of class IX were 71 people from SMPN 2, 6 and 8. Data were collected by providing questionnaires responses to the students that previously validated. Based on the results of data analysis, the percentage of students' response from SMP Negeri 2, 6 dan 8 in a row are 77, 78 and 86 with the totality response of this study is 81%. This gives the conclusion that the media is very feasible to be used in learning which is marked by high students’ response to audio-visual media developed. Keyword: audio-visual media, renponse PENDAHULUAN Fasilitas pendidikan harus mengikuti perkembangan teknologi, namun kenyataan yang diperoleh menunjukkan bahwa masih banyak sekolah yang belum memanfaatkan teknologi secara optimal. Teknologi pendidikan diperlukan untuk menjangkau peserta didik dimana pun mereka berada. Penggunaan teknologi dapat melayani sejumlah besar dari mereka yang belum memperoleh kesempatan untuk belajar, memenuhi kebutuhan belajar untuk dapat mengikuti perkembangan, dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam belajar (Warsita, 2008:57). Sebagai bukti bahwa teknologi belum mampu dimanfaatkan penuh di sekolah-sekolahialah proses pembelajaran masih didominasi metode ceramah, sebagaimana yang disampaikan oleh salah satu guru yang diwawancarai pada proses analisis kebutuhan. Pembelajaran biasanya dilakukan dengan metode ceramah dan hanya menggunakan buku pedoman. Hal ini menyebabkan peserta didik merasa bosan, sehingga menyebabkan motivasi mereka rendah khususnya dalam mempelajari Ilmu Pengetahuan Alam (Vaselinovska dkk., 2011; Suparni, 2015). IPA adalah pelajaran yang mencakup seluruh materi sains mulai dari astronomi, biologi, ekologi, kimia, geologi, ilmu bumi hingga fisika. Guru dituntut memiliki ilmu yang cukup untuk menyalurkan pengetahuan IPA secara utuh (Nuangchalerm, 2011; Rahayu dkk, 2012). Hal ini juga yang dipaparkan oleh salahsatu guru dalam wawancaranya yang kesulitan mengajarkan materi yang berhubungan dengan fisika karena berasal dari bidang biologi. Penguasaan materi guru yang minim membuat motivasi peserta didik berkurang sehingga menyebabkan hasil belajar yang diperoleh tidak sesuai dengan yang diinginkan (Zulhafizh dkk., 2013). Hasil wawancara dengan guru juga menyebutkan bahwa peserta didik lebih senang menonton televisi, seperti naruto dan one piece. Waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar dan membaca buku pelajaran, lebih banyak digunakan untuk menyaksikan film yang diputar di TV (Khan, 2012; Alfandi, 2016). Oleh karena itu dengan memanfaatkan teknologi, media pembelajaran seperti multimedia interaktif dan media audio-visual dapat digunakan, sehinggapesertadidiklebihtertarikuntukbelajar yang menyebabkanhasilbelajarmerekalebihbaik (Purwonodkk., 2014; SusilanadanRiyana, 2009:10).