72 Jurnal Kesehatan, ISSN.1979-9551, VOL. V. NO.1, MARET 2011, Hal 72-78 ANALISIS KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS PPOK EKSASERBASI AKUT BERDASARKAN ICD 10 PADA DOKUMEN REKAM MEDIS PASIEN RAWAT INAP DI RSUD SRAGEN TRIWULAN II TAHUN 2011 Siti Nurul Kasanah 1 , Rano Indradi Sudra 2 Mahasiswa APIKES Mitra Husada Karanganyar 1 , Dosen APIKES Mitra Husada Karanganyar 2 ABSTRAK Latar Belakang : Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu dari kelompok penyakit tidak menular yang telah menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Data Badan Kesehatan Dunia (WHO), menunjukkan bahwa pada tahun 1990 PPOK menempati urutan ke-6 sebagai penyebab utama kematian di dunia, sedangkan pada tahun 2002 telah menempati urutan ke-3 setelah penyakit kardiovaskuler dan kanker. Di RSUD Sragen, diketahui banyak diagnosis utama PPOK yang ditulis tidak jelas oleh dokter sehingga mempengaruhi keakuratan kode diagnois. Tujuan penelitian untuk mengetahui keakuratan kode diagnosis PPOK eksaserbasi akut berdasarkan ICD-10 pada Dokumen Rekam Medis pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Sragen triwulan II tahun 2011. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif. Rancangan penelitian dengan pendekatan retrospektif. Metodologi observasi, dengan populasi kode diagnosis PPOK eksaserbasi akut pada Dokumen Rekam Medis pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Sragen triwulan II tahun 2011 dengan populasi sebanyak 59 dokumen. Penelitian ini menggunakan penelitian populasi karena peneliti akan mengambil keseluruhan kasus PPOK Eksaserbasi Akut untuk dijadikan sampel. Sehingga penelitian ini menggunakan sampel jenuh. Hasil dan Pembahasan : Hasil analisis keakuratan kode diagnosis PPOK eksaserbasi akut dari 59 dokumen rekam medis pasien rawat inap terdapat 58 kode (98%) kode diagnosis yang akurat dan kode diagnosis yang tidak akurat sebesar 1 kode (2%). Faktor ketidakakuratan kode diagnosis PPOK eksaserbasi akut dikarenakan kesalahan reseleksi kondisi utama (MB1-MB5). Simpulan dan Saran : Disarankan petugas koding melakukan revisi pada buku bantu yang sesuai dengan ICD-10 dan melakukan reseleksi kondisi utama agar kode diagnosis yang dihasilkan akurat. LATAR BELAKANG Penyelenggaraan rekam medis di Rumah Sakit merupakan awal dari perwujudan pelayanan kesehatan yang optimal bagi sebuah rumah sakit. Isi dari berkas rekam medis mempunyai nilai guna sebagai dasar merencanakan pengobatan dan perawatan yang harus diberikan kepada seorang pasien dan untuk melakukan sebuah penilaian mengenai kelengkapan data yang terekam. Di dalam dokumen rekam medis terdapat kode diagnosis yang harus diisi oleh petugas rekam medis. Dalam melakukan pengkodean diagnosis, petugas koding menggunakan buku ICD-10. Apabila dalam mengkode diagnosis tidak akurat maka dalam pembuatan laporan morbiditas, mortalitas serta penghitungan berbagai angka statistik rumah sakit akan salah atau tidak akurat. Dalam hal ini dibutuhkan diagnosis yang jelas dan terbaca dari dokter yang bertanggungjawab dengan beberapa informasi tambahan yaitu mengenai What, Why, Who, Where, When (5W), How (1H) untuk menghasilkan koding yang akurat.