65 AFRE Accounting and Financial Review, 2(1): 65-72, 2019 http://jurnal.unmer.ac.id/index.php/afre Sensitivitas Makroekonomi dan Moneter Terhadap IHSG Reza Widhar Pahlevi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Jl. Prawiro Kuat, Ngringin, Condongcatur, Yogyakarta,55283, Indonesia Info Article Abtract History article: Approved: 27 June 2019 Published: July 2019 This study aims to examine the sensitivity of the dollar exchange rate of the dollar (USD), inflation rate, SBI and the money supply against the Composite Stock Price Index. The study sample used Monthly data in the period January 1, 2008 to January 1, 2018, which data was obtained from the monthly report of Bank Indonesia. The research method used is a quantitative approach, namely Error Correction Model (ECM) with E- Views software. The results showed that the dollar (USD) exchange rate was sensitive to the Composite Stock Price Index, SBI was not sensitive to the Composite Stock Price Index, the money supply was sensitive to the Composite Stock Price Index and the infla- tion rate was sensitive to the Composite Stock Price Index Keywords: Composite Stock Price Index; Dollar Exchange Rate; Inflation Rate; SBI; The Money Supply. Citation: Pahlevi, Reza Widhar (2019). Sensitivitas Makroekonomi dan Moneter Ter- hadap IHSG. AFRE Accounting and Financial Review, 2 (1) Abstraks Penelitian ini bertujuan untuk menguji sensitivitas kurs rupiah dollar (USD), SBI, jumlah uang beredar dan tingkat inflasi terhadap Indeks Harga Saham Gabungan. Sampel penelitian digunakan data Bulanan pada periode 1 Januari 2008 hingga 1 Janu- ari 2018 yang data tersebut diperoleh dari laporan bulanan Bank Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, yaitu Error Correction Model (ECM) dengan software E-Views. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurs rupiah dollar (USD) sensitif terhadap Indeks Harga Saham Gabungan, SBI tidak sensitif ter- hadap Indeks Harga Saham Gabungan, jumlah uang beredar sensitif terhadap Indeks Harga Saham Gabungan serta tingkat inflasi sensitif terhadap Indeks Harga Saham Gabungan. ISSN (print) : 2598-7763 ISSN (online): 2598-7771 Corresponding Author: Reza Widhar Pahlevi: Tel. /Fax. 0817276108 E-mail: rezawp@uii.ac.id JEL Classification: E44, E51 DOI: https://doi.org/10.26905/afr.v2i1.3018 1. PENDAHULUAN Indeks Harga Saham Gabungan mengalami penurunan karena disebabkan kondisi perekono- mian Negara yang mengalami permasalahan, se- dangkan meningkanya Indeks Harga Saham Ga- bungan adalah indikasi peningkatan kinerja pere- konomian suatu Negara. Harga saham pada suatu Negara akan terbentuk tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi bisnis dan perekonomian Negara teta- pi juga dipengaruhi oleh kondisi bisnis dan per- ekonomian Negara lain. Kondisi bisnis suatu nega- ra akan berdampak pada harga saham di pasar modal suatu negara. Globalisasi perekonomian du- nia telah membuat perekonomian cenderung ter- ingrasi dan ada ketergantungan dan keterkaitan perekonomian antar negara. Kondisi perekonomi- an dunia akan berdampak pula pada suatu pasar saham. Pasar saham antar negara cenderung akan saling berhubungan. Temuan penelitian Anrian- syah, Siregar dan Maulana (2018) menunjukkan bahwa adanya hubungan kausalitas antara pasar saham di ASEAN. Fundamental ekonomi akan berdampak pa- da perusahaan. Perusahaan akan mampu berkem- bang dengan baik, jika fundamental ekonomi suatu negara kuat. Fundamental ekonomi antara lain tingkat pertumbuhan ekonomi, stabilitas ekonomi