© 2020 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya paper pengabdian masyarakat ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. PENGEMBANGAN BIOGAS DARI SAMPAH UNTUK ENERGI LISTRIK DAN BAHAN BAKAR KOMPOR DI TPA CILOWONG, KOTA SERANG, PROVINSI BANTEN Shohifah Annur 1 , Wyke Kusmasari 2 , Retno Wulandari 3 , Sumiati 4 1,2,3,4 Program Studi Teknik Kimia Universitas Serang Raya Article history Received : diisi oleh editor Revised : diisi oleh editor Accepted : diisi oleh editor *Corresponding author Shohifah Annur Email : Abstraksi Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membuat pembangkit listrik yang berasal dari sampah organik di TPA Cilowong, Kota Serang Banten. TPA Cilowong merupakan tempat pembuangan pusat sampah yang berasal dari seluruh daerah yang ada di wilayah Kota Serang Banten. Setiap harinya TPA ini menerima 5 truk sampah pasar yang merupakan sampah organik yang berasal dari Pasar Rau, pasar induk yang ada di Kota Serang. Sampah organik dari pasar ini dicampur dengan sampah yang lain di dalam landfill dan belum dimanfaatkan secara optimal. Sampah organik inilah yang dimanfaatkan untuk dibuat menjadi biogas untuk penerangan listrik yang ada di TPA dan bahan bakar kompor di dapur umum TPA Cilowong. Instalasi biogas dibuat di area TPA dengan satu digester (penampung biogas) berbentuk bulat yang bisa menampung sampah sebesar 6 m 3 . Kegiatan ini bekerja sama dengan 30 orang mahasiswa KKM dan pengurus TPA Cilowong. Biogas dari sampah ini bisa digunakan untuk penerangan listrik di TPA dan sebagai sumber gas di dapur umum TPA. Kata kunci: Sampah organik, biogas, digester, TPA Cilowong Abstract The purpose of this community service activities performing a biogas plant coming from organic waste in the Cilowong landfill, Serang, Banten. The Cilowong Landfill is a dumping center for garbage from all regions in the Serang City, The Capital City of Banten. This landfill receives five garbage trucks which are organic waste originating from Rau Market, the main market in Serang. Organic waste from this market is mixed with other waste in landfill and has not been used optimally. This organic waste is used to produce biogas for electricity in the landfill and stove fuel in the Cilowong landfill kitchen. A biogas reactor was performed in the landfill area with a round digester (biogas container) that could hold 6 m3 of waste. These works were followed by 30 students and Cilowong landfill management. This biogas can be used for electric lighting in the landfill and as a fuel in the Cilowong landfill public kitchen. Keywords: organic waste, biogas, digester, Cilowong landfill © 2020 Penerbit PKN STAN Press. All rights reserved PENDAHULUAN Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cilowong terletak di Desa Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang Banten. TPA ini setiap harinya menerima 120 ton sampah/hari. Sampah-sampah tersebut 80% berasal dari Kota Serang dan 20% nya berasal dari Kabupaten Serang. Sampah-sampah ini banyak macamnya, dari sampah plastik, sampah domestik dari rumah tangga dan sampah organik dari limbah pasar tradisional. Selama ini, sampah-sampah tersebut hanya tergeletak begitu saja di landfill TPA dan belum termanfaatkan secara optimal. Padahal di antara sampah tersebut, terdapat bagian besar sampah organik dari pasar induk yang bisa dimanfaatkan untuk membuat biogas yang nantinya bisa digunakan untuk penerangan listrik dan dapur umum TPA. Pengelolaan sampah dikelompokkan menurut kemudahannya untuk terurai, yaitu reduce, reuse, recycle, dan recovery. Reduce merupakan usaha untuk mengurangi produk yang nantiya akan menghasilkan sampah. Reuse adalah menggunakan ulang barang-barang yang masih bisa dimanfaatkan. Recycle merupakan tindakan memodifikasi barang yang tadinya tidak bermanfaat menjadi bermanfaat, sedangkan recovery adalah usaha untuk memanfaatkan kembali material yang masih bisa dimanfaatkan (Sunyoto, 2016). Dalam hal ini, sampah organik yang ada di TPA bisa dimanfaatkan untuk menjadi biogas. Pengelolaan sampah menjadi biogas di TPA Cilowong sangat potensial untuk dilakukan karena sampah organik dari pasar yang dibuang di TPA sangat banyak, sekitar 5 truk sampah setiap harinya. Pengolahan sampah menjadi biogas di TPA belum