Evaluasi Mutu Fisik Formula Body Butter Ekstrak Etanol Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) (Physical Quality Evaluation Of Body Butter Formulation From Etanol Extract Of Mangosteen (Garcinia Mangostana L.) Rind) NI MADE DHARMA SHANTINI SUENA*, NI PUTU UDAYANA ANTARI, ERNA CAHYANINGSIH *Akademi Farmasi Saraswati Denpasar, Jalan Kamboja no. 11A, Denpasar, Bali Diterima 30 November 2016, Disetujui 11 Januari 2017 Vol. 15, No. 1 JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA, April 2017, hlm. 63-69 ISSN 1693-1831 * Penulis korespondensi, Hp. 08563740032 email: vrndaranyadasi@gmail.com Abstract: The rind of the mangosteen (Garcinia mangostana L.) contains many xanthones which have anti-inflammatory and antioxidant activity that can counteract free radicals and prevent or inhibit cell degeneration (inhibiting aging). Utilization of mangosteen rind generally in the form of powder capsule. The lack of utilization in topical dosage forms makes the researcher interested in making a body butter of ethanol extract of mangosteen rind and evaluating its physical quality. Simplicia of mangosteen rind were dried using oven at 50 °C. Mangosteen rind extract was obtained from the maceration of simplicia powder with 96% ethanol solvent. The formula of body butter mangosteen rind extract is prepared based on the literature study. The body butter was evaluated for organoleptic, pH, adherence, spreading, homogeneity test, and physical stability test for five months. Besides using literature standards, researchers also using body butter that has been market legally as a comparison in evaluated its physical quality. Based on the statistical analysis, it can be concluded that the preparation of body butter extract of mangosteen rind has a good physical quality compared with the body butter that has been market legally. Physical stability for five months showed that the body butter of mangosteen rind extract was stable. Keywords: body butter, mangosteen rind extract, physical quality Abstrak: Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) mengandung banyak senyawa xanthone yang mempunyai aktivitas anti-inflamasi dan antioksidan sehingga dapat menangkal radikal bebas dan mencegah kerusakan sel atau menghambat proses degenerasi sel (menghambat penuaan). Pemanfaatan kulit buah manggis di dunia kesehatan umumnya dalam bentuk kapsul serbuk kulit buah manggis. Kurangnya pemanfaatan dalam bentuk sediaan topikal membuat peneliti tertarik untuk membuat body butter ekstrak etanol kulit buah manggis dan mengevaluasi mutu fisiknya. Pembuatan simplisia kering kulit buah manggis dilakukan dengan metode pengeringan oven pada suhu 50 °C. Ekstrak kulit buah manggis diperoleh dari maserasi serbuk simplisia dengan pelarut etanol 96%. Formula body butter ekstrak kulit manggis disusun berdasarkan studi literatur. Sediaan body butter dievaluasi mutu fisik berupa uji organoleptis, uji pH, uji daya lekat, uji daya sebar, uji homogenitas, dan uji stabilitas fisik selama lima bulan. Selain menggunakan standar yang ada dalam literatur, peneliti juga menggunakan body butter yang telah beredar di pasaran secara legal sebagai pembanding dalam mengevaluasi mutu fisiknya. Berdasarkan hasil analisis statistik, disimpulan bahwa sediaan body butter ekstrak kulit manggis memiliki mutu fisik yang baik dibandingkan dengan sediaan body butter yang telah beredar secara legal di pasaran. Hasil pengamatan stabilitas fisik selama lima bulan menunjukkan bahwa body butter ekstrak kulit manggis stabil. Kata kunci: body butter, ekstrak kulit manggis, mutu fisik.