Edisi Mei 2017 Volume X No. 1 ISSN 1979-8911 68 EFEK LARVASIDA HASIL FRAKSINASI METANOL DAUN Aglaia glabrata TERHADAP LARVA Aedes aegypti Asep Supriadin, Rohana Kudus dan Vina Amalia Abstrak Aglaia glabrata merupakan salah satu spesies tumbuhan dari famili Meliaceae. Salah satu kandungan Aglaia sp. adalah senyawa siklopentatetrabenzohidrofuran yang bermanfaat sebagai insektisida. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan golongan senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam hasil fraksinasi metanol daun A. glabrata, dengan analisis uji fitokimia dan sfektrum FTIR. Selain itu dalam penelitian ini dilakukan juga uji larvasida ekstrak metanol dan hasil fraksinasi dari daun A. glabrata terhadap larva Aedes aegypti. Ekstraksi dilakukan melalui metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Ekstrak metanol yang dihasilkan difraksinasi menggunakan metode Kromatografi Cair Vakum (KCV), Kromatografi Kolom Gravitasi (KKG). Uji fitokimia dilakukan pada sampel fraksi awal dan fraksi B4D. Fraksi awal ekstrak metanol daun A. glabrata positif alkaloid, terpenoid, tanin, flavonoid, dan saponin, sedangkan pada fraksi B4D positif tanin dan steroid. Analisis spektrum FTIR fraksi B4D didapatkan gugus fungsi OH, - CH, C=O, -CH2-, C=C aromatik dan C-O. Larva Aedes aegypti yang digunakan yaitu larva instar III untuk menentukan uji larvasida. Data mortalitas Aedes aegypti dianalisis probit dengan SPSS 16,00 untuk mengetahui LC50 selama 24 jam. Ekstrak dapat dikategorikan toksik bila nilai LC50 <1000 ppm. Hasil analisis probit menunjukkan bahwa nilai LC50 B4D adalah 849,090 ppm, sehingga ekstrak daun A. glabrata memiliki nilai toksik terhadap larva Aedes aegypti. Kata-kata kunci: A. glabrata, Meliaceae, Aedes aegypti, Larvasida. 1. Latar Belakang Indonesia terletak di daerah iklim tropik sehingga memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dibandingkan dengan daerah subtropik (iklim sedang) dan kutub (iklim kutub), sehingga Indonesia sangat kaya akan berbagai jenis tumbuh-tumbuhan. Banyak tumbuhan di Indonesia yang belum di teliti yang diyakini berpotensi sebagai sumber obat, gizi, dan plasma nutfah. Keanekaragaman hujan teropis merupakan gudang senyawa organik bahan alam, baik berupa kandungan senyawa aktif. Salah satunya tumbuhan keluarga Meliaceae, yaitu tumbuhan berkayu yang tumbuh di daerah tropis dan subtropis yang terdiri atas 51 genus dan kurang lebih 550 brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by eJournal of Sunan Gunung Djati State Islamic University (UIN)