p-ISSN: 2598-1218 Volume 4 Nomor 2 Tahun 2021 e-ISSN: 2598-1226 DOI : 10.31604/jpm.v4i2.509-514 MARTABE : Jurnal Pengabdian Masyarakat509 PEMANFAATAN LAHAN PERKARANGAN SEBAGAI SENTRA PERTANIAN PERKOTAAN (URBAN FARMING) SECARA HIDROPONIK Alridiwirsah, Muhammad Alqamari, Nana Trisna Mei dan M. Said Siregar Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara msaidsiregar@umsu.ac.id Abstract The yard in the Medan Denai District area is actually still quite extensive, but most of it is not used for vegetable crops so it is not possible to plant other plants such as vegetables. The main problems that occur in the target community are 1) the activities of the Aisyiyah group have not been much related to community empowerment, 2) the environment in the Medan Denai District is largely untapped for vegetable crops, 3) most of the Aisyiyah members have no knowledge, insight and skills in the intensification of the yard to be more productive and provide added value to the community, and 4) the potential of human and natural resources in Medan Denai District has not been used optimally. To achieve the specified goals, several methods are used, namely, 1) counseling, which is carried out by gathering organizational leaders and worshipers to attend counseling on women's empowerment, yard management and hydroponic cultivation technology, with informants from the Implementation Team, 2) technology transfer by supplying hydroponics with various models, as well as preparing other facilities that support this activity, 3) demonstration and training conducted by simulating hydroponic cultivation practices using equipment and materials that have been prepared by program implementers, 4) hydroponic cultivation practices to produce products, and 5) periodic assistance to foster and assist partners to successfully carry out hydroponic cultivation to achieve optimal results. The results of the Kemuhammadiyaan Fostering program show that the Fostering program provides great benefits for program participants because it can increase insight, knowledge and skills in the use of yard so that it becomes more productive. Keywords: yard, agriculture urban farming, hydroponic, vegetables Abstrak Pekarangan di wilayah Kecamatan Medan Denai cukup luas, sebagian besar tidak dimanfaatkan untuk tanaman sayuran sehingga tidak memungkinkan untuk ditanami tanaman lainnya seperti sayuran. Permasalahan utama yang terjadi pada masyarakat sasaran adalah 1) kegiatan kelompok ibu-ibu Aisyiyah belum banyak yang berhubungan dengan pemberdayaan masyarakat, 2) lingkungan pekarangan di wilayah Kecamatan Medan Denai sebagian besar belum dimanfaatkan untuk menanam tanaman sayuran, 3) sebagian besar anggota Aisyiyah belum mempunyai pengetahuan, wawasan dan pengalaman serta ketrampilan dalam pemanfaatan pekarangan menjadi lahan produktif dan 4) potensi sumber daya insani dan alam di Kecamatan Medan Denai juga belum diberdayakann secara optimal. Beberapa metode digunakann untuk mencapai tujuan serta sebagai upaya transfer teknologi pengadaan hidroponik dengan berbagai model, serta penyiapan fasilitas lain yang mendukung kegiatan ini, yakni ; 1) Penyuluhan pemberdayaan perempuan, pengelolaan lahan pekarangan dan teknologi budidaya secara hidroponik 2) pelatihan dan demonstrasi dengan simulasi praktek budidaya hidroponik menggunakan peralatan dan bahan yang sudah disiapkan oleh pelaksana program, 3) praktek budidaya hidroponik untuk menghasilkan produk, dan 4 secara periodik dilakukan pembinaan dan pendampingan mitra melakukan budidaya hidroponik sampai mencapai hasil yang optimal. Hasil program Pembinaan Kemuhammadiyahan menunjukkan manfaat yang besar bagi peserta untuk peningkatan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan dalam pemanfaatan lahan pekarangan serta mengelolalanya lebih produktif. Kata kunci: lahan pekarangan, pertanian, perkotaan, hidroponik, sayuran