PENGARUH FAKTOR KOMUNIKASI KEPEMIMPINAN TERHADAP EMPLOYEE ENGAGEMENT PADA EMPLOYEE RELATION DENGAN PERUSAHAAN SAAT PANDEMI COVID-19 Wenang Hidayatulloh 1 , Seta Ariawuri Wicaksana 2 Email: wenang@univpancasila.ac.id 1 , seta.wicaksana@univpancasila.ac.id 2 Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mencari tahu pengaruh pengaruh faktor kepemimpinan terhadap employee engagement pada employee relation dengan perusahaan saat pandemi covid-19 dan mengetahui apa yang perlu dilakukan perusahaan melakukan employee engagement saat pandemi berlangsung. Kedua penelitian dari 2 jurnal ini menggunakan metode kuantitatif. Penelitian pertama menggunakan anailisis data SEM dan penelitian kedua menggunakan analisis regsesi berganda. Penelitian ini Hasil penelitian pertama menunjukkan nilai motivasi dari pesan empati, pemberi arahan, dan makna pemimpin dalam mempertahankan kinerja peran berdedikasi karyawan selama salah satu tahap kehidupan organisasi yang paling kritis dan rentan dan menyimpulkan bahwa perusahaan harus mempertimbangkan kontak rutin manajemen puncak dengan karyawan, meluncurkan pelatihan virtual Pada saat pandemi COVID-19 dalam pendekatan dan penyambungan relasi pegawai dan perusahaan, pemimpin perushaan harus menunjukan atau memberikan motivasi melalui pesan empati, memberikan arahan dan mempertahankan kinerja peran yang berdedikasi dengan karyawan. . Hal ini bisa dilakukan dengan pendekatan secara psikologis bis aitu melalui pesan secara langsung perorangan atau dalam bentuk pidato. Selain itu, Pemimpin harus melakukan kontak rutin kepada karyawan dengan meluncurkan pelatihan secara virtual, memberikan fasilitas dan bantuan dalam bentuk peningkatan alat virtual seperti bantuan paket data dan pemberian computer pribadi. Keywords: Covid-19, Employee engagement, Komunikasi kepemimpinan, Employee Relation 1. Pendahuluan Krisis organisasi adalah kejadian buruk yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak terduga pada suatu organisasi (Coombs, 2019). Dilihat oleh manajer dan pemangku kepentingan sebagai sangat relevan dan berpotensi mengganggu, krisis organisasi dapat mengancam tujuan organisasi, memaksakan penderitaan fisik, emosional, dan keuangan pada pemangku kepentingannya, dan membawa implikasi mendalam bagi reputasi dan hubungan organisasi dengan pemangku kepentingannya (Coombs, 2019). Mengingat implikasi ini, peneliti hubungan masyarakat telah melakukan banyak upaya untuk mengidentifikasi anteseden, proses, dan hasil dari komunikasi krisis yang efektif. Di antara kumpulan literatur yang