Prosiding Seminar Teknologi dan Agribisnis Peternakan VIII–Webinar: “Peluang dan Tantangan Pengembangan Peternakan Terkini untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan” Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, 24-25 Mei 2021, ISBN: 978-602-52203-3-3 421 KANDUNGAN PROTEIN DAN SERAT KASAR AMOFER JANGGEL JAGUNG DENGAN PENAMBAHAN M21 DEKOMPOSER Restuti Fitria* 1 , Novita Hindratiningrum 1 , Setya Agus Santosa 2 1 Prodi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi UNU, Purwokerto 2 Fakultas Peternakan UNSOED, Purwokerto *Korespondensi email: restutifitria@gmail.com Abtrak. Pemanfaatan limbah hasil pertanian, perkebunan dan agroindustri dapat dilakukan dalam rangka mengatasi permasalahan ketersediaan pakan ternak ruminansia. Salah satu limbah pertanian yang memiliki potensi besar untuk diolah menjadi pakan adalah janggel jagung. Janggel jagung dapat digunakan sebagai pengganti sumber serat karena kandungan serat kasarnya yang tinggi. Kandungan protein yang rendah dan serat kasar yang tinggi pada bahan pakan ini menjadi faktor pembatas penggunaannya. Upaya peningkatan kualitas nutrisi janggel jagung diperlukan agar meningkatkan pemanfaatannya sebagai bahan pakan. Salah satunya adalah teknologi amoniasi fermentasi (amofer). Penelitian bertujuan untuk mengetahui level penambahan M21 dekomposer terhadap kadar protein dan serat kasar amoniasi fermentasi janggel jagung. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah penambahan M21 dekomposer atau aras starter komersial (0; 0,02 ; 0,04; 0,06 % dari total larutan formula). Data yang diperoleh diuji dengan analisis ragam pada taraf 5%., akan diuji lanjut menggunakan uji Orthogonal Polynomial jika terdapat pengaruh nyata. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa perlakuan sangat berpengaruh nyata (P < 0,01) terhadap kadar protein dan serat kasar amofer janggel jagung. Kadar Protein Kasar tertinggi diperoleh pada perlakuan penambahan M21 Dekomposer 0,04% dan 0,06% yaitu sebesar 10,04 ± 0,26% dan 10,02 ± 0,78%. Kadar Serat Kasar terendah pada perlakuan kontrol yaitu sebesar 31,17 ± 0,83%. Kesimpulan bahwa penambahan M21 pada teknologi amofer telah dapat meningkatkan kadar protein kasar namun belum mampu menurunkan serat kasar janggel jagung. Kata kunci: janggel jagung, amonias fermentasi, M21 dekomposer Abstract. Utilization of agricultural, plantation and agro-industrial waste can be carried out in order to overcome the problem of ruminant animal feed availability. One of the agricultural wastes that have great potential to be processed into feed is corn cob. Corn cob can be used as a substitute for fiber because of its high crude fiber content. The low protein content and high crude fiber in these feed ingredients are limiting factors for their use. Efforts to improve the nutritional quality of corn jug are needed in order to increase its utilization as a feed ingredient. One of them is fermentation ammonia technology (amofer). The aim of this study was to determine the level of addition of M21 decomposer to the levels of protein and crude fiber ammonia fermentation of corn cob. The study was conducted using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. The treatment in this study was the addition of M21 decomposer or commercial starter level (0; 0.02; 0.04; 0.06% of the total formula solution). The data obtained was tested by analysis of variance at the 5% level. It will be further tested using the Orthogonal Polynomial test if there is a significant effect. The results obtained indicated that the treatment had a very significant effect (P <0.01) on the levels of protein and crude fiber of ammoniated fermentation of corn cob. The highest Crude Protein content was obtained in the addition of 0.04% and 0.06% M21 Decomposer treatment, namely 10.04 ± 0.26% 10.02 ± 0.78%. The lowest Crude Fiber content in the control treatment was 31.17 ± 0.83%. The conclusion is that the addition of M21 decomposer to amofer technology has been able to increase protein content but it has not been able to reduce the crude fiber of corn cob. Keywords: corn cob, ammonia fermentation, M21 decomposer PENDAHULUAN Pemanfaatan limbah hasil pertanian, perkebunan dan agroindustri dapat dilakukan dalam rangka mengatasi permasalahan ketersediaan pakan ternak ruminansia. Salah satu limbah pertanian yang