379 UNIVERSALITAS KETAUHIDAN TUHAN (Pembacaan Al-Qur’an Pra-Kanonisasi Angelika Neuwirth Terhadap Surat Al-Ikhlas) Roudhotul Jannah Pembina Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Pangeran Diponegoro Depok Sleman Yogyakarta Abstract: This article is about Angelika Neuwirth’s thought, dialectical of Qur’anic interpretation. She offer new view to understanding of Qur’an’s meaning. Neuwirth encourage to reunderstanding Qur’an post-canonization (a written text) with pre-canonization method (oral communication), as in Surat Al-Ikhlas. Accourding Neuwirth, Surat Al-Ikhlas responded from tradition and civilization of Arabic region earlier. An example د ح أ(Q.112:1) is similiar meaning with ‚ehad‛ in Ibrani language. That’s mean usage د ح أhad purpose to negotiation strategy and universality of faith. therefore Islamic religion has mission to combine all ideology of faith become unity universality. Neuwirth encourages to refer to the other holy scripture for adding comprehensive information and objective data. Artikel ini adalah tentang pemikiran Angelika Neuwirth, dialektika dari interpretasi Al-Qur'an. Dia menawarkan pandangan baru untuk memahami makna Al-Qur'an. Neuwirth mendorong untuk memahami kembali pasca- kanonisasi Al-Qur'an (teks tertulis) dengan metode pra- kanonisasi (komunikasi lisan), seperti dalam Surat Al-Ikhlas. Bersamaan dengan Neuwirth, Surat Al-Ikhlas merespons dari tradisi dan peradaban wilayah Arab sebelumnya. Contoh دَ حَ أ(Q.112: 1) adalah makna yang mirip dengan ‚ehad‛ dalam bahasa Ibrani. Itu berarti penggunaan دَ حَ أmemiliki tujuan untuk strategi negosiasi dan universalitas iman. Oleh karena itu agama Islam memiliki misi untuk menggabungkan semua