VOL. I NO. 1 JUNI 2015 ISSN : 2407 - 8743 JURNAL PENELITIAN GIZIKES 31 TINGKAT PENGETAHUAN GIZI, FREKUENSI KONSUMSI FAST FOOD DAN STATUS GIZI PADA REMAJA DI SMA TRIMURTI SURABAYA Redita Alivionita, Dian Shofiya, Nur Hatijah Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Surabaya ABSTRACT Concumption of fast food frequently at teenager might be resulting health problem of them. Teenager should consumes balance and health food because they are in good periode of growing up. There were intendence that they preferred to choose fast food rather than healthy one. This research purpose was to know nutrition knowledge, frequency of fast food consumption and nutrition status of teenager at Trimurti High School Surabaya. This research was held at Trimurti High School of Surabaya, conducted to 58 respondents which being taken by simple random sampling. This research was descriptive research. The result of research shows that respondents whose good nutrition knowledge were 45 person (77,6%), 13 respondents (22,4%) have a moderate knowledge and there was no respondent whose poor nutrition knowledge. The kind of fast food that were often consumed by respondents in that last one month were fried rice which consumed by 7 respondents (12,1%), Meat ball and batagor were consumed by 6 respondents (10,3%). Fast food that rarely being consumed in that last one month is pizza which consumed by 29 respondents (50%), and hamburger which consumed by 24 respondents (41,4%). The respondents whose normal status of nutrition were 35 respondents (60,3%), low status of nutrition were 17 respondents (29,3%), high status of nutrition were 5 respondents (8,6%) and very high status of nutritition (1,7%). It is being expected for teenager to be more carefull to choose their food and quality of the food, impact of it to the body, and frequency of consuming fast food to achive normal status of nutrition. Keywords : Knowledge level of nutrition, Frequency of fast food consumption, and Status of nutrition. PENDAHULUAN Latar Belakang Usia remaja adalah usia yang rentan terhadap masalah gizi. Ada tiga alasan mengapa remaja dikategorikan rentan. Pertama, percepatan pertumbuhan dan perkembangan tubuh memerlukan energi dan zat gizi yang lebih banyak. Kedua, perubahan gaya hidup dan kebiasaan pangan menuntut penyesuaian makanan energi dan zat gizi. Ketiga, kehamilan, keikutsertaan dalam olahraga, kecanduan alkohol dan obat. Tiga hal tersebut yang meningkatkan kebutuhan energi dan zat gizi, di samping itu tidak sedikit remaja yang makan secara berlebihan dan akhirnya mengalami obesitas (Arisman, 2004). Pada era globalisasi ini, sebagian masyarakat mengalami perubahan gaya hidup atau lifestyle yang dapat mengubah pola konsumsi seseorang. Masalah yang sering timbul adalah perubahan gaya hidup pada remaja memiliki pengaruh signifikan terhadap kebiasaan makan remaja, dimana remaja mulai berinteraksi dengan lebih banyak pengaruh lingkungan dan mengalami pembentukan perilaku, yang menjadikan remaja lebih aktif, lebih banyak makan di luar rumah, dan mendapat banyak pengaruh dalam pemilihan makanan yang akan dimakannya, remaja juga lebih sering termotivasi mencoba-coba makanan baru, salah satunya adalah fast food (Almatsier, 2011). Tingginya frekuensi konsumsi fast food pada remaja dapat berdampak negatif terhadap tubuh remaja bila di konsumsi secara sering dan berlebihan. Rumusan masalah penelitian ini adalah : “Bagaimana gambaran tingkat pengetahuan gizi, frekuensi konsumsi fast food dan status gizi pada Remaja di SMA TRIMURTI Surabaya ?”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan gizi dan frekuensi konsumsi fast food dengan status gizi pada Remaja di SMA TRIMURTI Surabaya. Sedangkan tujuan khususnya adalah 1) Mengidentifikasi tingkat pengetahuan gizi pada Remaja di SMA TRIMURTI Surabaya. 2) Menggambarkan frekuensi konsumsi fast food pada Remaja di SMA TRIMURTI Surabaya. 3) Mengukur status gizi pada Remaja di SMA TRIMURTI Surabaya METODE PENELITIAN Penelitian ini bersifat deskriptif, dilaksanakan di SMA Trimurti Surabaya pada bulan Oktober 2013