Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 3(2) Desember 2020 (253-260) Dwi Rizki Febrianti p-ISSN 2621-3184 ; e-ISSN 2621-4032 doi: 10.36387/jifi.v3i2.632 Artikel Diterima: 21 November 2020 Disetujui : 18 Desember 2020 253 ANTIBAKTERI KUMPAI MAHUNG (Eupatorium inulifolium H.B&K) TERHADAP Salmonella Typhi Dwi Rizki Febrianti*, Rakhmadhan Niah, Novia Ariani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin *: dwirizkyfeby@gmail.com ABSTRAK Kumpai mahung merupakan tanaman endemik kalimantan selatan yang tumbuh didataran pegunungan meratus. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa tanaman ini memiliki potensi sebagai antiinflamasi terhadap mencit dan memiliki kandungan antioksidan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak kumpai mahung terhadap bakteri salmonella typhi. Hasil penelitian sebelumnya menyatakan bahwa pada skrining fitokimia ekstak kumpai mahung positif mengandung flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin yang berpotensi memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Mengunakan metode sumuran dengan seri kosentrasi 100%, 75% dan 50% dan dihitung zona hambat yang terbentuk dengan jangka sorong. Hasil penelitian menyatakan rerata zona hambat yang terbentuk sebesar 19,8 ± 0,2 mm (100%), 17,07 ± 0,1 mm (75%) dan 13,9 ± 0,1 mm (50%). Dapat ditarik kesimpulan bahwa seluruh konsentrasi memiliki potensi kuat terhadap bakteri salmonella typhi. Kata kunci: Kumpai Mahung, Antibakteri, Salmonella Typhi. ABSTRACT Kumpai mahung is an endemic plant of South Kalimantan which grows in the plains of Meratus mountains. Previous research stated that this plant has potential as an anti-inflammatory against mice and has good antioxidant content. This study aims to determine the activity of kumpai mahung extract against salmonella typhi bacteria. The results of previous studies stated that the phytochemical screening of kumpai mahung extract positively contained flavonoids, alkaloids, tannins and saponins which had the potential to have antibacterial activity. Using the well method with a concentration series of 100%, 75% and 50% and calculated the inhibition zone formed with callipers. The results showed that the mean inhibition zone formed was 19.8 ± 0.2 mm (100%), 17.07 ± 0.1 mm (75%) and 13.9 ± 0.1 mm (50%). It can be concluded that all concentrations have a strong potential against salmonella typhi bacteria. Keywords: Kumpai Mahung, Antibacteria, Salmonella Typhi. PENDAHULUAN Kumpai mahung merupakan tanaman khas kalimantan yang terdapat pada pegunungan meratus, bunga berwarna ungu dan daun memiliki bulu halus. etnis dayak maratus dan dayak amandit biasanya menggunakan tumbuhan kumpai mahung sebagai obat demam berdarah. Kumpai mahung memiliki nama latin Eupathorium Inulifolium H.B & K berasal dari keluarga