531
Copyright © The Author(s)
This work is licensed under a Creative Commons
Attribution-ShareAlike 4.0 International License
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan, Vol. 3, No. 1, Desember 2020
Penentuan Tingkat Kematangan Gambut Terbakar Daerah
Revegatasi Hutan Produksi Terbatas (HPT) Pedamaran
Kecamatan Kayu Agung Kabupaten OKI Sumatera Selatan
Eka Ayu Ningtyas*, Irham Falahudin
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia
*e-mail korespondensi: ningtyaseka0@gmail.com
Abstract. Peat soil is soil that contains high organic matter which is formed by piles of plant
residue in layers that reach a thickness of more than 30cm. Peat has a production function,
water storage, habitat for biodiversity, protection and economic functions. Peat maturity
greatly determines the level of peatland productivity, because it greatly affects the level of
peat soil fertility and nutrient availability. The peat structure that is relatively mature is also
better, so it is more profitable for plant growth. The purpose of this study was to determine
the maturity level of burnt peat in the revegated area of Limited Production Forest (HPT) in
the sub-district of Kayu Agung, Oki Regency, South Sumatra. This research uses the
observation method. The soil sample observed was dried first. After that, put it in a syringe
with a volume of 10ml or 25ml. Then it is pressed and sieved and the volume is measured.
Based on the above observations, it is known that the peat soil in the Kedaton area is
classified as sapric (<15%). Peat soils that have a sapric maturity level indicate that the peat
soil has a high organic matter content and is in a completely decomposed state as indicated
by an average intact fiber content of 12%.
Key words: Peat, Peat maturity level, Saprik, Hemic, and Fibric.
Abstrak. Tanah gambut merupakan tanah yang mengandung bahan organik tinggi yang
dibentuk oleh timbunan bahan sisa tanaman yang berlapis-lapis hingga mencapai
ketebalan lebih dari 30cm. Gambut mempunyai fungsi produksi, penyimpan air, habitat
keragaman hayati, fungsi lindung dan ekonomi. Kematangan gambut sangat menentukan
tingkat produktivitas lahan gambut, karena sangat berpengaruh terhadap tingkat
kesuburan tanah gambut, dan ketersediaan hara. Struktur gambut yang relatif lebih
matang juga lebih baik, sehingga lebih menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kematangan gambut terbakar
daerah revegatasi Hutan Produksi Terbatas (HPT) pedamaran kecamatan Kayu Agung
Kabupaten Oki Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan metode observasi. Sampel
tanah yang diamati dikeringanginkan terlebih dahulu. Setelah itu di dimasukkan ke dalam
syringe yang bervolume 10ml atau 25ml. Kemudian di tekan dan di ayak dan diukur
volumenya. Berdasarkan hasil pengamatan di atas diketahui bahwa tanah gambut pada
areal kedaton tergolong saprik (<15%). Tanah gambut yang memiliki tingkat kematangan
saprik menunjukkan bahwa tanah gambut tersebut memiliki kandungan bahan organik
yang tinggi dan dalam keadaan yang telah melapuk sempurna yang ditunjukkan dengan
rata-rata kadar serat utuh yaitu sebesar 12%.
Kata kunci: Gambut, Tingkat kematangan gambut, Saprik, Hemik, dan Fibrik.
PENDAHULUAN
p-ISSN: 2654-4032
Vol. 3, No. 1, Desember 2020
Hal. 531 - 535