Serambi Engineering, Volume VI, No. 4, Oktober 2021 Hal 2310 - 2319 2310 p-ISSN : 2528-3561 e-ISSN : 2541-1934 Karakteristik Membran Komposit Polietersulfon, Polivinilpirolidon dan Kitosan Muhammad Fadli 1 , Al Khausar 2 , Sofyana 3 , Ummi Fathanah 4 1,2,3,4 Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh *Koresponden email: sofyana71@unsyiah.ac.id Diterima: 26 Agustus 2021 Disetujui: 8 Oktober 2021 Abstract Polyethersulfone (PES) is a membrane forming material that has many advantages but is hydrophobic, so it is necessary to add other materials, such as composite PES with Polyvinylpyrrolidone (PVP) and chitosan. The addition of PVP aims to change the nature of the PES membrane to be hydrophilic and the addition of chitosan aims to improve the mechanical properties of the polymer. The purpose of this study was to study the effect of adding PVP and chitosan to the characteristics of PES membranes. The membranes were made using a phase inversion technique by immersion precipitation with a concentration of 20% PES, 1% PVP, and chitosan were varied, namely 0% (M0 membrane), 1.5% (M1), 2% (M2), and 3% (M3). The results of the permeability test showed that the membranes M0, M1, M2, and M3 are classified as nanofiltration membranes with Lp values of 9.1237, 7.618, 6.9651, and 4.4077 L/m 2 .h.bar. The swelling degree value is 61,512; 103.111; 145,564; and 158.610% and the overall porosity value is 22.892; 32.360; 80.726; and 117.016%. The SEM test showed that the morphology of the membrane changed its structure as the concentration of chitosan increased. The FTIR test on the membrane showed that there were absorption bands, each of which identified its functional group. Keywords: Membrane, Composite, Polyethersulfone (PES), Polyvinylpyrrolidone (PVP), Chitosan, Phase inversion Abstrak Polietersulfon (PES) merupakan material pembentuk membran yang memiliki banyak kelebihan namun bersifat hidrofobik, sehingga perlu dilakukan penambahan bahan lainnya, seperti mengkompositkan PES dengan Polivinilpirolidon (PVP) serta kitosan. Penambahan PVP bertujuan untuk merubah sifat membran PES menjadi hidrofilik dan penambahan kitosan bertujuan untuk meningkatkan sifat mekanis polimer. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh penambahan PVP dan kitosan terhadap karakteristik membran PES. Membran dibuat dengan teknik inversi fasa secara presipitasi immerse dengan konsentrasi PES 20%, PVP 1%, dan kitosan divariasikan yaitu 0% (Membran M0), 1,5% (M1), 2% (M2), dan 3% (M3). Hasil uji permeabilitas menunjukkkan bahwa membran M0, M1, M2, dan M3 tergolong membran nanofiltrasi dengan nilai Lp sebesar 9,1237; 7,618; 6,9651; dan 4,4077 L/m 2 .h.bar. Nilai swelling degree sebesar 61,512; 103,111; 145,564; dan 158,610% serta nilai overall porosity sebesar 22,892; 32,360; 80,726; dan 117,016%. Uji SEM menunjukkkan bahwa morfologi membran mengalami perubahan struktur seiring bertambahnya konsentrasi kitosan. Uji FTIR pada membran menunjukkan terdapat pita serapan yang masing-masing mengidentifikasikan gugus fungsinya. Kata Kunci: Membran, Komposit, Polietersulfon (PES), Polivinilpirolidon (PVP), Kitosan. 1. Pendahuluan Kemajuan teknologi membran sebagai unit pengolahan limbah saat ini berkembang pesat dan sering dimanfaatkan dalam proses pemisahan. Operasi membran dapat diartikan sebagai proses mengisolasi dua atau lebih komponen dari fluida yang bergerak melalui membran. Membran berperan sebagai penghalang tipis yang sangat selektif diantara dua fasa, yaitu hanya dapat melewati komponen-komponen tertentu dan menahan komponen lainnya dari aliran fluida yang dilewatkan [1]. Pemisahan menggunakan teknologi membran mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan jenis-jenis pemisahan lainnya sehingga teknologi ini berkembang pesat. Kelebihan dari teknologi membran antara lain adalah pemisahan dapat berlangsung secara kontinyu, energi yang dibutuhkan rendah, dapat dikombinasikan dengan proses pemisahan lainnya, sifat dan variabel membran dapat disesuaikan, tidak membutuhkan zat additif yang banyak, hemat energi dan bersih, dapat dimanfaatkan untuk pemisahan fluida yang peka terhadap suhu (misalnya fluida biologis dan organik), dan tidak menghasilkan limbah [2]. Dengan keunggulan tersebut teknologi membran digunakan dalam aplikasi yang luas, misalnya penyaringan dan desinfeksi air minum,