ISSN 2252-9063 Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika (KARMAPATI) Volume 7, Nomor 2, tahun 2018 Pengembangan E-Modul Berbasis Project Based Learning(PjBL) Mata Pelajaran Visual Effect Kelas XI Multimedia Di SMK TI Bali Global Singaraja I Ketut Adhi Krisnayana 1 , I Made Putrama 2 , Dewa Gede Hendra Divayana 3 Jurusan Pendidikan Teknik Informatika Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja Bali E-mail: 1115051019@undiksha.ac.id 1 , made.putrama@undiksha.ac.id 2 , hendra.divayana@undiksha.ac.id 3 AbstrakPendidikan merupakan sebuah proses yang di dalamnya terdapat sebuah kegiatan yang disebut dengan belajar. Proses belajar terjadi karena interaksi antara individu dengan lingkungan sekitarnya. SMK TI Bali Global Singaraja memiliki tiga (3) kompetensi keahlian, salah satunya adalah kompetensi keahlian Multimedia. Dalam kompetensi keahlian Multimedia terdapat mata pelajaran khusus atau yang biasa disebut dengan mata pelajaran produktif. Salah satu mata pelajaran produktif yang terdapat pada kompetensi keahlian Multimedia adalah Visual Effect. Setelah dilakukan observasi, wawancara, dan penyebaran angket di kelas XI Multimedia pada mata pelajaran Visual Effect, diperoleh informasi bahwa media pembelajaran yang digunakan belum sesuai dengan tuntutan kemajuan arus informasi yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai sistem informasi pendidikan.Salah satu media yang memenuhi kriteri sebagai media pembelajaran mandiri adalah modul elektronik (e-modul). Modul Elektronik merupakan sebuah media pembelajaran untuk menyampaikan materi kepada siswa. Dalam proses pembelajaran Visual Effect kelas XI Multimedia SMK TI Bali Global Singaraja menggunakan model pembelajaran berbasis proyek (project based learning). Model pembelajaran berbasis proyek sendiri didefinisikan sebagai model pembelajaran yang melibatkan suatu proyek/kegiatan sebagai media dalam proses pembelajaran. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Model ADDIE yang terdiri dari Analyze (analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi). Kata Kunci: E-Modul, Model Pembelajaran Berbasis Proyek, Project Based Learning, Visual Effect, Model ADDIE AbstractEducation is a process in which there is an activity called learning. The learning process occurs because of the interaction between the individual and the surrounding environment. SMK TI Bali Global Singaraja has three (3) competence skill, one of them is Multimedia skill competence. In the competence of Multimedia expertise there are special subjects or commonly referred to as productive subjects. One of the productive subjects in Multimedia expertise is Visual Effect. After observation, interview and questionnaire in class XI Multimedia in Visual Effect subjects, it was found that the learning media used was not in accordance with the demand of the progress of information flow that utilizes information and communication technology as education information system. One media that meets criteria as an independent learning media is electronic module (e-module). Electronic module is a medium of learning to convey material to students. In the learning process Visual Effect class XI Multimedia SMK TI Bali Global Singaraja using project-based learning model (project based learning). The project-based learning model itself is defined as a learning model that involves a project / activity as a medium in the learning process. The development model used in this research is ADDIE Model which consists of Analyze (Analysis), Design (Design), Development (Development), Implementation (Implementation), and Evaluation (Evaluation). Keywords: E-Module, Project Based Learning Model, Project Based Learning, Visual Effect, Model ADDIE I. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu faktor pendukung suksesnya pembangunan suatu bangsa. Melalui pendidikan akan dihasilkan output berupa sumber daya manusia yang terampil dan cerdas, siap menghadapi tantangan masa depan dan meneruskan serta cita-cita bangsa, sehingga pendidikan merupakan sesuatu hal yang tidak bisa dipandang sebelah mata keberadaannya, karena pendidikan itu sendiri akan menetukan kualitas suatu bangsa. Untuk mendapatkan generasi muda yang berkualitas sebagai pewaris dan penerus cita-cita bangsa tentu dibutuhkan jalur pendidikan yang bermutu. Di Indonesia dengan rendahnya kualitas output sistem pendidikan mengakibatkan pembangunan terhambat dan timbul krisis multi dimensi yang berkepanjangan. Sehingga pemerintah berusaha memperbaiki hal tersebut dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan, mulai dari bongkar pasang kurikulum, pergantian undang-undang, peningkatan anggaran, dan sebagainya.