Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol. 19 No.2 2019 e-issn : 2622-6960, p-issn : 0854-624X 152 KEMAMPUAN EKSTRAK DAUN PEPAYA DAN DAUN PANDAN SEBAGAI LARVASIDA NABATI DALAM MEMATIKAN JENTIK AEDES AEGYPTI Dita Amalia Ansar 1 dan Ain Khaer 2 Politeknik Kesehatan Makassar Jurusan Kesehatan Lingkungan ditaamaliaansar013@gmail.com ABSTRACT Dengue fever is an acute fever disease caused by a virus that is transmitted through the bite of a mosquito Aedes aegypti or Aedes albopichtus. The purpose of this research is to know the ability of papaya leaf extract and pandan leaves as vegetable larvacids in turning off Aedes aegypti ticks. This type of research is experimentation using active ingredient of papaya leaf and pandan leaf as vegetable larvacids in the treatment of Aedes aegypti mosquitoes with the replication of experiments performed three times. The results of this study showed that the dose is 100% dose is 5% on papaya leaf axtract while pandan leaf extract reaches the highest percentage of 85% at a dose of 5%. Papaya leaf extract is said to be more effective as a vegetable larvacids in turning off the Aedes aegypti flick because the percentage of death gained > 90% at a 5% dose of 100% of the death of Aedes aegypti. Meanwhile, pandan leaf extract is said to be less effective because the percentage of Aedes aegypti flick death is < 90% at a 5% dose of 85% of Aedes aegypti flick death. The coclusion that the amount of death percentage on papaya leaf extract reaches 100%, while on pandan leaf extract the amount of death percentage reaches 85%. The advice given is for the community to utilize papaya leaves and pandan leaves as an environmentally friendly vegetable larvacide in turning off the Aedes aegypti flick. Keywords : larvacids and Aedes aegypti flick. ABSTRAK Demam berdarah dengue adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopicthus.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun pepaya dan daun pandan sebagai larvasida nabati dalam mematikan jentik Aedes aegypti. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan bahan aktif ekstrak daun pepaya dan daun pandan sebagai larvasida nabati dalam mematikan jentik nyamuk Aedes Aegypti dengan replikasi percobaan dilakukan tiga kali.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosis yang mampu mencapai 100% yaitu pada dosis 5% terdapat pada Ekstrak daun pepaya, sedangkan pada Ekstrak daun pandan presentase tertinggi mencapai 85% pada dosis 5%. Ekstrak daun pepaya di katakan lebih efektif sebagai larvasida nabati dalam mematikan jentik Aedes aegypti karena presentase kematian yang di peroleh adalah > 90.0% pada dosis 5% yaitu 100% kematian jentik Aedes aegypti. Sedangkan Ekstrak daun pandan dikatakan kurang efektif karena presentase kematian jentik Aedes aegypti yang diperoleh adalah < 90,0 pada dosis 5% yaitu 85% kematian jentik Aedes aegypti. Kesimpulan bahwa Jumlah persentase kematian pada Ekstrak daun pepaya mencapai 100%, sedangkan pada Ekstrak daun pandan jumlah persentase kematian jentik tertinggi mencapai 85%. Saran yang diberikan yaitu Bagi masyarakat agar memanfaatkan daun pepaya dan daun pandan sebagai larvasida nabati yang ramah lingkungan dalam mematikan jentik Aedes aegypti. Kata Kunci : Larvasida nabati dan Jentik Aedes aegypti. A. PENDAHULUAN Demam berdarah dengue adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopicthus. (citra, 2015). Di indonesia sendiri, virus ini ditularkan oleh dua jenis nyamuk demam berdarah betina, yaitu Aedes aegypti sebagai vektor utama dan Aedes albopictus sebagai vektor sekunder. (safitri.A.M, 2017). Kasus kejadian DBD di Indonesia Tahun 2016 terdapat jumlah kasus DBD sebanyak 204.171 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 1.598 orang. Jumlah kasus DBD tahun 2016 meningkat dibandingkan jumlah kasus tahun 2015 (129.650 kasus). Jumlah kematian akibat DBD tahun 2016 juga meningkat dari tahun 2015 (1.071 kematian). (Kemenkes RI, 2017). Daun pepaya mengandung enzim papain, alkohol kapaina, pseudo karpaina, glikosid, karposid dan saponin. Sedangkan getah mengandung papain, kemokapain, lisosin, lipase, glutamine, dan siklotransferasi (muchlisah 2004 dalam santi 2009). Selainitu kandungan zat pahit alkaloid karpain, glukosida karpasida, dan sedikit damar yang terdapat pada daun pepaya dapat digunakan sebagai pestisida alami. (anonim a, 2005). Daun pandan memiliki kandungan kimia senyawa aktif yang berupa polifenol (9,7%), flavonoid (17,18%), sapoin (16,4%), alkaloida (16,6%) yang punya daya untuk menyerang sistem syaraf dan respirasi nyamuk sehingga sanggup untuk mengusir bahkan membunuh nyamuk dewasa ( rohmawati. 1995). Informasi mengenai ekstrak daun pepaya dan daun pandan sebagai larvasida masih sangat terbatas, diduga kandungan senyawa kimia seperti Alkaloid yang berperan sebagai racun perut dan menghambat enzim kolinesterase pada larva sedangkan flavonoid berperan sebagai racun pernapasan sehingga menyebabkan kematian larva (Shadana,2014).