Aktivitas dan Karakter Kitinase Isolat Trichoderma sp. W34 A4 Asal Kepulauan Raja Ampat Papua Barat Nunuk Widhyastuti dan Muhammad Ilyas Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Bogor Diterima Mei 2011 disetujui untuk diterbitkan Januari 2012 Abstract The study of chitinase activity was conducted on 13 selected fungal isolates Trichoderma sp. from Raja Ampat, West Papua and Mount Bromo, East Java. The result showed that fungal isolate Trichoderma sp. W34 A4 isolated from Raja Ampat has the highest chitinase activity (14.3 x10-3 U/ml). The highest chitinase was produced by Trichoderma sp. W34 A4 grown on the media containing colloidal chitin (1%), polypepton (0.1%), KH2PO4 (0.1%) and MgSO4.7H2O (0.05%) for 2 days of incubation. Those isolates produced high chitinase with initial pH range 3.0-8.0 and levels of colloidal chitin between 0.2% -2.0%. Chitinase of Trichoderma sp. W34 A4 has optimal activity at pH 5.0 and in temperature 45 °C. Chitinase from those isolate stable at a wide pH range but it is not stable to the high temperatures. Key words: Chitinase, Trichoderma, optimization, characterization Abstrak Telah dilakukan uji aktivitas kitinase pada 13 isolat kapang Trichoderma sp. terseleksi asal Raja Ampat, Papua Barat dan Gunung Bromo, Jawa Timur. Isolat Trichoderma sp. W34 A4 asal Raja Ampat -3 diketahui memiliki aktivitas kitinase tertinggi (14.3 x10 U/ml). Kitinase yang tinggi dihasilkan oleh Trichoderma sp. W34 A4 pada media yang mengandung koloidal kitin (1%), polipepton (0.1%), KH PO 2 4 (0.1%) dan MgSO .7H O (0,05%) selama 2 hari inkubasi. Isolat tersebut menghasilkan kitinase yang 4 2 tinggi pada media dengan rentang pH awal 3.0-8.0 dan kadar koloidal kitin 0.2%-2.0%. Kitinase o Trichoderma sp. W34 A4 memiliki aktivitas optimal pada pH 5.0 dan suhu 45 C. Kitinase Trichoderma sp. W34 A4 stabil pada rentang pH yang luas tetapi tidak stabil terhadap suhu tinggi. Kata kunci : Kitinase, Trichoderma, optimasi, karakterisasi Pendahuluan Kitinase (EC 3.2.1.14) merupakan glikosil hidrolase yang mengkatalisis degradasi polimer kitin. Kitinase dan produk hidrolisisnya memiliki aplikasi yang luas di berbagai bidang termasuk pertanian (biokontrol), farmasi (senyawa bioaktif) dan pangan (prebiotik) (Dahiya et al., 2006). Kitinase dihasilkan oleh barbagai mikroorganisme, tanaman dan hewan (termasuk manusia) dengan fungsi yang bervariasi tergantung dari sumbernya. Beberapa mikroba yang diketahui berpotensi sebagai penghasil kitinase yaitu Enterobacter , Streptomyces, Aspergillus, Penicillium dan Trichoderma (Omumasaba et al., 2001). Kitinase yang dihasilkan oleh T. harzianum diketahui dapat menghambat pertumbuhan berbagai kapang patogen tanaman (Felse & Panda, 1999; Ozbay & Newman, 2004). Dalam penelitian ini dilakukan isolasi kapang dari sampel tanah dan serasah asal Raja Ampat dan Gunung Bromo dengan target marga Trichoderma. Isolat yang diperoleh selanjutnya diseleksi untuk diuji aktivitas dan karakter kitinasenya. Pengungkapan karakter kitinase diperlukan untuk mengetahui potensinya dalam bidang yang sesuai. Materi dan Metode 1. Isolasi dan Identifikasi Kapang Isolasi kapang dari sampel tanah dan serasah asal Raja Ampat dan Gunung Bromo dengan target kapang marga Trichoderma dilakukan dengan metode pengenceran sampel (Ando et al., 2003; brought to you by CORE provided by Publikasi Online Fakultas Biologi UNSOED (Universitas Jenderal Soedirman)