Konfiks: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran issn: 2355-2638, Hal. 21-25 Volume 6 Nomor 2 2019 21 PENGEMBANGAN BUKU TEKS WARAHAN MELALUI MODEL MULTILITERASI UNTUK SISWA KELAS X SMA Yunita fitri yanti 1 , Farida Ariyani 2 , Nurlaksana Eko Rusminto 3 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung email: yunitafoitryanti@gmail.com Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk buku teks Warahan melalui model multiliterasi dan mendeskripsikan kelayakannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dalam bentuk siklus. Prosedur penelitian dilaksanakan dengan tiga tahap yakni Pra siklus, siklus I, dan siklus II. Hasil penelitian ini adalah buku teks warahan melalui model multiliterasi untuk siswa kelas X SMA dan menemperoleh penilaian kelayakan isi dengan persentase 75% dengan kategori layak, kelayakan bahasa memperoleh nilai 75% dengan kategori layak, kelayakan penyajian nilai 69,4% dengan kategori layak, dan kelayakan kegrafikan dengan nilai 72,7% dengan kategori layak. Uji kelayakan buku teks oleh praktisi, mendapat nilai rata-rata 88,45% dengan kategori layak. Uji coba produk pada kelas mendapat nilai rata-rata 87,1% dengan kategori layak. Berdasarkan angket uji kelayakan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa buku teks warahan melalui model multiliterasi layak untuk digunakan sebagai bahan ajar untuk siswa kelas X SMA. Kata Kunci: Buku Teks, Model Multiliterasi dan Warahan Abstract The objective of this research was to produce warahan textbook through multi-literacy model and to describe its feasibility. This study used cycle form method. The research procedure was conducted in three stages: pre-cycle, cycle I and cycle II. The result of this research was Warahan textbook through multi-literacy model for tenth grade students of senior high school, and it got content feasibility value 75% with proper category, language feasibility value 75% with proper category, score presentation feasibility value 69.4% with proper category, and graphic feasibility value 72.7% with proper category. Furthermore, textbook feasibility test by practitioner got mean 88.45% with proper category. Product try-out in class got mean 87.1% with proper category. Moreover, based on feasibility questionnaire distributed, it could be concluded that Warahan textbook through multi- literacy model was proper to use as teaching material for tenth grade students of senior high school. Keywords: textbook, multi-literacy model, and Warahan 1. PENDAHULUAN Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan yang dimaksudkan berupa bahan tertulis dan tidak tertulis (Madjid, 2007: 173). Buku teks merupakan salah satu bahan ajar. Buku teks adalah buku yang berisi uraian bahan tentang mata pelajaran atau bidang studi tertentu, yang disusun secara sistematis dan telah diseleksi berdasarkan tujuan tertentu, orientasi pembelajaran, dan perkembangan siswa untuk diasimilasikan (Muslich, 2010:50). Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan buku pelajaran yaitu 1) analisis kebutuhan bahan ajar, 2) penyusunan peta bahan ajar, 3) struktur bahan ajar, 4) evaluasi dan revisi. Menurut BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) buku teks harus memenuhi 4 kelayakan yaitu (1) kelayakan isi, (2) kelayakan penyajian, (3) kelayakan kebahasaan, (4) kelayakan kegrafikan. Buku teks selalu dikaitkan dengan kurikulum. Begitu erat hingga hubungan itu terasa saling menunjang antara satu dengan yang lainnya. Muslich (2010:92) menyatakan bahwa pada hakikatnya kurikulum adalah alat untuk mencapai tujuan pendidikan sedangkan buku teks adalah sarana belajar yang digunakan di sekolah untuk menunjang suatu program pembelajaran. Dengan demikian, keberadaan kurikulum dan buku teks selalu berdekatan dan berkaitan. Buku teks haruslah relevan dan sesuai dengan kurikulum yang berlaku, dan kurikulum juga harus memerhatikan perkembangan buku teks yang ditulis oleh para pakar dan para ahli. Kurikulum yang digunakan di Indonesia saat ini adalah Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 berbasis pada teks. Teks dibagi menjadi dua jenis yakni teks genre mikro dan teks genre makro. Teks sastra termasuk pada teks mikro.