Volume VII Nomor 3, Agustus 2017 pISSN 2089-4686 eISSN 2548-5970 178 2-TRIK: Tunas-Tunas Riset Kesehatan http://2trik.jurnalelektronik.com/index.php/2trik KONSUMSI SUSU DAN OLAHAN SUSU PADA ANAK PRASEKOLAH DI WILAYAH PEDESAAN JAWA TIMUR. Dian Shofiya (Poltekkes Kemenkes Surabaya) Agustin Dwi P (Poltekkes Kemenkes Surabaya) Melina Sari (Poltekkes Kemenkes Surabaya) ABSTRAK Susu bagi sebagian besar masyarakat Indonesia masih tergolong makanan mewah, sehingga jumlah konsumsi susu di Indonesia masih sangat rendah. Konsumsi susu sangat penting bagi anak pra sekolah, karena pada saat itu sedang terjadi pertumbuhan tulang. Konsumsi susu berpengaruh pada kejadian osteoporosis pada usia selanjutnya. Susu banyak mengandung kalsium dan mineral lain yang mungkin tidak ada di makanan nabati. Populasi Penelitian adalah murid TK di Kabupaten Tuban Jawa Timur. Sampel penelitian adalah murid TK dan playgroup di Kab. Tuban berjumlah 50 murid TK. Sample dipilih berdasarkan multistep random sampling. Kecamatan yang dipilih adalah kecamatan dengan angka stunted yang tinggi di Kab. Tuban, yaitu Kecamatan Jenu. Unit sampel penelitian adalah orang tua murid TK. Data tentang konsumsi susu dilakukan dengan menanyakan kepada orang tua, peneliti tidak melakukan pengukuran secara langsung. Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis sediaan susu yang banyak dikonsumsi, jumlah susu yang dikonsumsi dan produk olahan susu yang disukai oleh anak pra sekolah Di pedesaan Jawa Timur. Hasil penelitian diketahui bahwa konsumsi susu pada anak pra sekolah di pedesaan Jawa Timur masih rendah. 24% dari anak pra sekolah tidak meinum susu dalam seharinya, dan dari yang minum susu 58% minum susu ≥ 480ml/hari sisanya kurang dari itu. Sediaan susu yang paling disukai adalah susu kental manis dan susu bubuk. Produk olahan susu yang paling sering dikonsumsi adalah ice cream. Kata kunci: Anak Pra Sekolah, Pedesaan Jawa Timur, Konsusmsi Susu, olahan susu. PENDAHULUAN Konsumsi susu di Indonesia masih sangat rendah. Saat ini, konsumsi susu di Indonesia masih berkisar 11liter/kapita/tahun.(Airlangga 2014) Menurut Survey Sosial Ekonomi Nasional/Susenas, 2013 menyatakan bahwa konsumsi susu (termasuk produk susu) masyarakat Indonesia adalah 2,04 kg/kapita/tahun atau 5,6 g/kapita/hari ([Bps] 2015) . Selanjutnya konsumsi produk susu juga sangat rendah yaitu 0.003 ounce/ capita / week. Konsumsi susu pada usia anak-anak sangat berpengaruh terhadap kejadian osteoporosis pada usia selanjutnya (Eysteinsdottir et al. 2014) . Konsumsi produk susu perhari pada anak-anak di pedesaan Indonesia 2 kali lebih sedikit dibandingkan anak di Perkotaan Indonesia (Widodo et al. 2016). WHO menyebutkan sekitar 200 juta orang menderita Osteoporosis diseluruh dunia. Pada tahun 2050, diperkirakan angka patah tulang pinggul akan meningkat 2 kali lipat pada wanita dan 3 kali lipat pada pria.(Suyudi 2013)Konsumsi susu di Indonesia pada tahun 2013 masih sangat sedikit, di perkotaan rata-rata konsumsi susu bubuk adalah 0, konsumsi susu pada anak laki- laki lebih baik dibandingkan pada anak perempuan, 022 Kg/capita/minggu ([Bps] 2015). Penelitian yang dilakukan pada anak remaja memberikan hasil bahwa sebagian besar kebiasaan minum susu dibawa pada saat masih usia balita.(Hardinsyah et al. 2008)Penelitian ditujukan untuk mengetahui konsumsi susu meliputi jumlah, jenis susu yang dikonsumsi serta jenis produk olahan susu yang dikonsumsi oleh anak pra sekolah di wilayah pedesaan Jawa Timur. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan pada penelitian adalah crossectional study. Populasi penelitian adalah murid TK di Kabupaten Tuban Jawa Timur. Sampel penelitian adalah murid TK dan playgroup di Kab. Tuban berjumlah 50 murid TK. Sample dipilih berdasarkan multistep random sampling. Kecamatan ditentukan berdasarkan prevalensi stunted. Kecamatan Jenu merupakan kecamatan dengan prevalensi stunted tertinggi di Kab. Tuban Jawa Timur. Pemilihan TK di Kecamatan Jenu dipilih secara simple random sampling . Pemilihan responden